Pemko Banjarbaru Bakal Tertibkan Bangunan Liar, Wawali: Banyak Komplain Soal Pasar Pondok Mangga

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah bangunan liar dan kumuh yang selama ini merusak pemandangan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) bakal ditertibkan.

Untuk kegiatan penertiban itu, camat dan lurah se-Kota Banjarbaru kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk bulan Juni 2022, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Loktabat Utara, Jalan Karang Anyar No.2, Kota Banjarbaru, Selasa (14/06/2022).

Rakor yang dibahas kali ini difokuskan mengenai bangunan kumuh dan liar yang berada di trotoar ataupun bahu jalan di beberapa wilayah Kota Banjarbaru.

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Sosialisasikan UU No 23/2024, Wartono: KDRT Harus Dihentikan

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Gelar Pasar Murah Ramadhan, Selisih dengan Harga Pasar Capai Rp 3 Ribu – Rp 4 Ribu

# Baca Juga :Aplikasi UMKMJuara.id Pemko Banjarbaru Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2022

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Akan Hadirkan e-Commerce di Pasar Bauntung Banjarbaru

Pemerintah Kota Banjarbaru sesegara mungkin untuk menertibkan bangunan-bangunan tersebut.

Terlebih saat ini Kota Banjarbaru sudah menyandang sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, maka dari itu Pemko Banjarbaru harus meantisipasi mulai dari sekarang, untuk menghindari semakin menjalar dan semrawutnya bangunan kumuh dan liar ini di Kota Banjarbaru

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono menyampaikan, rakor memfokuskan kepada penegakan perda terkait perumahan kumuh dan bangunan-bangunan liar di Kota Banjarbaru.

“Ini adalah mengantisipasi bahwa Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi jadi harus kita antisipasi sejak dini untuk penata Kota Banjarbaru,” katanya.

Wartono melanjutkan, tidak hanya penertiban didaerah Kawasan kumuh dan liar, dalam rakor ini juga membahas terkait permasalahan fungsi pasar yang di Kota Banjarbaru.

“Masalah pasar laura, pondok manga dan lain-lain untuk mencari solusi. Karena kita ketahui pasar pondok mangga dan laura itu pedagang yang berjualan di dalam (resmi) itu banyak yang komplain. Disebabkan banyak pedagang yang berjualan diluar (di jalan),” ujarnya.

Masih kata Wartono, bangunan-bangunan liar yang berada di sudut-sudut Kota Banjarbaru memiliki aliran listrik dari PLN.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs. Said Abdullah, M.Si.(Yudhis/MedCenBJB)

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk tidak memasang aliran listrik dibangunan-bangunan liar. Kalau bangunan-bangunan liar tersebut mengganggu dan sebagainya akan segera ditegakkan dan ditindak,” ucapnya.