BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Ekspor terbesar Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk Mei 2022 ini banyak disumbangkan oleh kelompok bahan bakar mineral.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel dalam merilis perkembangan ekspor dan impor Mei 2022, bahwa nilai ekspor Kalsel US$1,31 miliar turun 12,84 persen dibanding nilai ekspor April 2022 yang mencapai US$1,51 miliar.
Jika dibandingkan dengan nilai ekspor Mei 2021 yang mencapai US$675,75 juta, nilai ekspor Mei 2022 ini naik sebesar 94,38 persen.
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Bangun Penguatan Siring di Kawasan Ponpes Darussalam, Meminimalisir Dampak Banjir
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Raih Opini WTP Kesembilan Kali Berturut-turut dari BPK RI, Ini Kata Gubernur Sahbirin Noor
# Baca Juga :Kemendagri Apresiasi Langkah Inisiatif Pemprov Kalsel Kembangkan Inovasi Pelayanan Publik
# Baca Juga :Buka Latsar CPNS Pemprov Kalsel, Paman Birin Ingatkan Pentingnya Kemampuan Prima Layani Masyarakat
“Ekspor terbesar Kalsel pada Mei 2022 berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit, menurut kelompok barang disumbangkan oleh kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$1,23 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 8,39 persen dibanding ekspor April 2022 sebesar US$1,35 miliar,” kata Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah, Banjarbaru, Rabu (15/6/2022).
Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor Mei 2022, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 94,07 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing-masing sebesar 2,59 persen dan 1,33 persen.
“Nilai impor Kalsel pada Mei 2022 mencapai US$74,34 juta. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 33,11 persen jika dibandingkan dengan nilai impor April 2022 yang mencapai US$111,14 juta,” ucap Yos.
Perkembangan Ekspor dan Impor Kalimantan Selatan Mei 2022.(BPS Kalsel)
Yos pun menjelaskan, pangsa impor Kalsel menurut negara asal tertinggi adalah dari Malaysia dengan nilai US$55,32 juta, yang turun sebesar 30,28 persen dibandingkan pada April 2022 yang mencapai US$79,35 juta.
“Impor dari Singapura yang mencapai US$12,16 juta, disusul impor dari Tiongkok dengan nilai US$3,17 juta, impor dari Prancis sebesar US$1,54 juta, dan impor dari Jepang sebesar US$0,96 juta,” kata Yos. (MC Kalsel/Scw)
editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










