Diduga Tewas Dianiaya Polisi 6 Bulan Lalu, Kini Makam Sarijan Dibongkar Polisi, Ini Kata Keluarga

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus ini berawal dari seorang pria di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berinisial SA atau Sarijan (60) diduga tewas karena dianiaya oknum polisi saat disergap di rumahnya atas dugaan kasus narkoba.

Setelah berjalan selama enam bulan, penyidikan kasus kematian kakek Sarijan terus dilakukan Direktorat Kriminal Umum Polda Kalsel.

Makam Sarijan pun pada Rabu (15/6/2022) kemarin dibongkar oleh tim forensik untuk kepentingan otopsi.

# Baca Juga :VIRAL, Video Aksi Hadang Truk Berujung Maut, Seorang Bocah di Tangerang Tewas Tergilas

# Baca Juga :Aris Ditemukan Tewas Berdarah-darah Dekat Rumah, Padahal Baru Sehari Pensiun dari RRI Madiun

# Baca Juga :7 Insiden Penembakan Brutal dalam Sebulan, 36 Orang AS Tewas, Sekolah & RS Jadi Target

# Baca Juga :HEBOH, Murni Tewas Bakar Diri di Rumah Kosong di Palembang, Sempat Minta Rp 100 Ribu ke Orangtua

Sarijan diduga tewas karena dianiaya petugas kepolisian yang menyergapnya saat penggerebekan kasus narkoba 6 bulan lalu.

Kasubdit III Jatanras Ditkrimum Polda Kalsel, AKBP Andy Rahmansyah mengatakan, pembongkaran makam Sarijan untuk mencari penyebab kematiannya walau sudah 6 bulan lebih dimakamkan.

“Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya seseorang,” singkat AKBP Andy Rahmansyah kepada wartawan, Rabu (15/6/2022) malam.

Otopsi dihadiri langsung oleh pihak keluarga Sarijan yang sejak awal curiga dengan kematiannya yang dinilai tidak wajar.

Salah satu pihak keluarga Mesrawi berharap pihak kepolisian bisa terbuka dalam mengungkap kasus kematian Sarijan.

“Kami yakin kepolisian bisa bertindak profesional,” ujar Mesrawi.

Pihak keluarga kata Mesrawi sudah lama menginginkan agar jasad Sarijan bisa di otopsi, namun dengan berbagai kendala, baru bisa digelar pada, Rabu.

“Otopsi dilakukan atas permintaan penyidik kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria di Kabupaten Banjar, Kalsel, berinisial SA (60) diduga tewas karena dianiaya oknum polisi saat disergap di rumahnya atas dugaan kasus narkoba.

SA disergap dirumahnya di Desa Pemangkih Baru, Kabupaten Banjar pada, Kamis (29/1/2021) dini hari oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Banjar.

Saat penyergapan, J istri SA mengaku menyaksikan suaminya dipukuli sampai berdarah dan tak berdaya.

Usai dipukuli, korban SA kemudian dibawa ke rumah sakit, namun tak berapa lama mendapat penanganan medis, nyawanya tak tertolong.

Keluarga SA yang tak terima kemudian melapor ke Bidang Propam Polda Kalsel dengan membawa seorang pengacara.

Kabid Humas Polda Kalsel, M Rifa’i telah memberikan keterangan pers bahwa SA melakukan perlawanan saat disergap.

Walaupun begitu, kata Rifa’i, Bidang Propam Polda Kalsel tetap melanjutkan kasus kematian SA dengan memeriksa 6 personel Polres Banjar yang terlibat dalam penyergapan SA.

editor : NMD
sumber : kompas.com