FAKTA Si Jago Merah Bakar SMPN 3 Cempaka Banjarbaru, Polisi Sebut Ini Penyebabnya

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) terbakar pada Kamis (16/6/2022) malam tadi.

Musibah kebakaran hebat yang meluluhlantakan bangunan SMPN 3 Cempaka tersebut membuat heboh warga Kota Banjarbaru.

Puluhan petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi pun langsung berjibaku untuk memadamkan api yang berkobar hebat.

Hasilnya, setelah sejam memuntahkan air ke bangunan sekolah yang membara, api berhasil dipadamkan.

# Baca Juga :Bank Kalsel Salurkan Bantuan Dana kepada Korban Kebakaran di Kecamata Pandawan, HST

# Baca Juga :Indonesia Waspada Bahaya Kebakaran Hutan, Airlangga: Masuk Musim Kemarau Perlu Red Army

# Baca Juga :Usai Kebakaran di Jalan Meratus Banjarmasin, Penghuni Rumah Mengku Sudah Mematikan Kompornya

# Baca Juga :Kebakaran Kandang Ayam di HSU, Gegerkan keheningan Suasana Idul Fitri 1443 H

Kepala Seksi Humas Polsek Cempaka, Aipda Hendra Fahmi mengatakan, dari hasil penyelidikan, penyebab kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik.

“Penyebab kebakaran diduga hubungan arus pendek,” singkat Aipda Hendra Fahmi kepada wartawan, Kamis malam.

Dugaan itu ungkap Hendra berdasarkan keterangan dari beberapa saksi yang melihat api pertama kali muncul dari lobi utama sekolah.

“Keterangan saksi yang kita kumpulkan, api membakar atap di ruang utama atau lobi. Tak lama api langsung membesar kemudian menyebar ke ruangan lainnya,” ungkapnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, sebanyak 7 ruangan, termasuk ruang guru dan ruang kepala sekolah dilaporkan rusak berat, sementara ruangan sisanya hanya mengalami rusak ringan.

Walaupun demikian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Beruntung dari kejadian ini tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa. Untuk penyebab pasti kebakaran masih kita selidiki,” pungkasnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, seluruh ruangan yang terbakar sudah dipasang garis polisi.

Polisi mengimbau kepada masyarakat atau siswa untuk tidak masuk ke areal sekolah untuk memudahkan petugas melakukan penyelidikan.

editor : NMD
sumber : kompas.com