KALIMANTANLIVE.COM – Juru bicara partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, BJP membuat pernyataan yang menghina istri Nabi Muhammad pada 26 Mei 2022.
Akibat perbuatan itu Amerika Serikat mengutuk pernyataan dua juru bicara partai berkuasa di India, Bharatiya Janata (BJP), yang menghina Nabi Muhammad.
Komentar dua pejabat BJP itu hingga menggemparkan Muslim India dan negara Islam yang ramai-ramai melayangkan protes ke India.
# Baca Juga :Politikus India Hina Nabi Muhammad dan Aisyah, Picu Bentrokan hingga Dikecam Timur Tengah
# Baca Juga :LAILATUL QADAR, Sejarah Awal Turunnya Ayat Alquran kepada Nabi Muhammad SAW
# Baca Juga :Saudi Kucurkan Dana Rp214 Triliun Bangun Al Ula, Kota yang Dihindari Nabi Muhammad SAW
“Kami mengutuk komentar ofensif yang dibuat oleh dua pejabat BJP dan kami senang melihat partai secara terbuka mengutuk komentar itu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan pada Kamis (16/6/2022).
“Kami secara teratur berkomunikasi dengan pemerintah India di tingkat senior tentang masalah hak asasi manusia termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan dan kami mendorong India untuk mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” katanya.
Nupur Sharma, juru bicara partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, BJP, pada 26 Mei membuat pernyataan di televisi tentang istri termuda Nabi Muhammad.
Pernyataannya itu pun memicu demonstrasi di India.
Pernyataan Sharma juga memicu protes diplomatik tidak hanya dari saingan India, Pakistan, tetapi juga di negara-negara Arab kaya yang memiliki hubungan dekat dengan New Delhi.
Di Bangladesh, pengunjuk rasa menuntut kecaman resmi dari Perdana Menteri Sheikh Hasina, sekutu dekat India.
Menanggapi kerusuhan itu, BJP akhirnya menangguhkan Sharma serta Naveen Kumar Jindal, tokoh lain di BJP yang dituduh sama-sama menghina Nabi Muhammad.
Jindal disebut mengunggah pernyataan menghina Nabi di akun Twitternya.
Berbeda dengan Sharma, BJP akhirnya memecat Jindal dari keanggotaan partai. India juga menangkap 38 orang buntut dari penghinaan terhadap Nabi Muhammad ini.







