WASHINGTON DC, KALIMANTANLIVE.COM – Mengejutkan, ketika wahana penjelajah Perseverance milik NASA mendarat di Planet Mars, menemukan sampah buatan manusia.
Melalui akun Twitter-nya, Perseverance mengunggah foto selimut termal buatan manusia yang terperangkap di antara bebatuan di Planet Merah tersebut.
# Baca Juga :Benarkah Ada Fenomena Planet Sejajar yang Terjadi 100 Tahun Sekali? Ini Jawabannya
# Baca Juga :Sudah Tayang di Disney Hotstar Mulai Jumat, Star Wars: Obi-Wan Kenobi, Kisah Tokoh Ikonik Jedi Master
# Baca Juga :GAWAT! Asteroid Sebesar 4 Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi Jumat 27 Mei 2022
# Baca Juga :Mana yang Lebih Dahsyat, Letusan Gunung Tonga, Gunung Krakatau atau Bom Tsar Milik Soviet?
“Tim saya telah melihat sesuatu yang tidak terduga: Ini adalah bagian dari selimut termal yang mereka pikir mungkin berasal dari pendaratan, jet bertenaga roket yang membuat saya mendarat pada hari pendaratan kembali pada 2021,” bunyi twit tersebut.
“Lembar mengilap itu adalah bagian dari selimut termal, bahan yang digunakan untuk mengontrol suhu,” sambungnya, sebagaimana dilansir 9News, Sabtu (18/6/2022).
“Adalah hal yang mengejutkan menemukan ini di sini: Daerah saya mendarat sekitar dua kilometer jauhnya. Apakah potongan ini mendarat di sini setelah itu, atau tertiup angin ke sini?” Imbuhnya.
Perseverance dibungkus selimut termal sebelum keberangkatannya ke Mars untuk mengontrol suhu mesin.
Para ilmuwan percaya, selimut termal ikut jatuh di Mars ketika Perseverance mendarat.
My team has spotted something unexpected: It’s a piece of a thermal blanket that they think may have come from my descent stage, the rocket-powered jet pack that set me down on landing day back in 2021. pic.twitter.com/O4rIaEABLu
— NASA's Perseverance Mars Rover (@NASAPersevere) June 15, 2022
Mereka sekarang mencoba untuk mencari tahu apakah selimut termal itu mendarat di sana atau tertiup angin.
Perseverance mendarat di Mars pada Februari 2021 dan sedang mengumpulkan data tentang Planet Merah.
Wahana penjelajah terbesar dan tercanggih yang pernah dikirim oleh NASA, menjadi wahana ruang angkasa kesembilan yang berhasil mendarat di Mars, semuanya dari AS, yang dimulai pada 1970-an.
That shiny bit of foil is part of a thermal blanket – a material used to control temperatures. It’s a surprise finding this here: My descent stage crashed about 2 km away. Did this piece land here after that, or was it blown here by the wind? pic.twitter.com/uVx3VdYfi8
— NASA's Perseverance Mars Rover (@NASAPersevere) June 15, 2022
Perseverance membidik target terkecil dan tersulit NASA yakni jalur di delta sungai kuno yang penuh dengan lubang, tebing, dan bebatuan.
Para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan pernah ada kehidupan di Mars sekitar tiga miliar hingga empat miliar tahun lalu, ketika air masih mengalir di Planet Merah.
editor : NMD
sumber : kompas.com







