MERIAHNYA Parade Senja Tiap Tanggal 17, Berbagai Kesenian Tradisional Ditampilkan

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Parade Senja yang diadakan satu bulan sekali setiap tanggal 17, berbagai kegiatan diadakan tepat pada saat itu.

Namun ada perbedaan dengan Parade Senja yang diadakan di Lapangan Doktor Murdjani Banjarbaru pada tanggal 20 Juni 2022, kemarin.

Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan diantaranya, Marching Band Diva Suara Dharma Pemkot Banjarbaru, Senam Pelajar Pancasila oleh TK Pembina Kota Banjarbaru, Pembacaan Puisi berjudul ‘Kerendahan Hati’ yang dibacakan oleh Moch. Abbey Al Demashqi Pradipta dari SD Islam Al Azhar 37 Banjarbaru.

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Bakal Tertibkan Bangunan Liar, Wawali: Banyak Komplain Soal Pasar Pondok Mangga

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Sosialisasikan UU No 23/2024, Wartono: KDRT Harus Dihentikan

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Gelar Pasar Murah Ramadhan, Selisih dengan Harga Pasar Capai Rp 3 Ribu – Rp 4 Ribu

# Baca Juga :Aplikasi UMKMJuara.id Pemko Banjarbaru Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2022

Selanjutnya, Pembacaan Puisi berjudul ‘Dua Rantai Dari Rahim Seorang Ibu’ yang dibacakan oleh Abdurrahman El Husaini, Tari Manuk Dadali dan Tari Jaipong dari Sanggar Lembur Kuring.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono mengatakan, pada tanggal 17 Juni kemaren bertempatan hari Jumat yang dimana kegiatan cukup padat maka diundur pada hari ini.

Pembacaan Puisi Berjudul ‘Dua Rantai Dari Rahim Seorang Ibu’.(Ijonks/MedCenBJB)

“Jadi walaupun dilakukan dengan sederhana tetapi kita mengurangi makna Penurunan Bendera setiap tanggal 17. Seperti biasa juga kita menampilkan kegiatan kesenian tari dari berbagai daerah,” katanya.

Wartono melanjutkan, pemerintah Kota Banjarbaru akan selalu menyuguhkan berbagai kesenian tradisonal, tari-tarian dan budaya Nusantara secara bergantian.

Atraksi Tari Jaipong.(Yudhis/MedCenBJB)

“Tetapi diluar dari pada Parade Senja ini lewat Dewan Kesenian siap untuk menyelenggarakan di Mess L maupun di Taman Kreasi. Kita selalu memaksimalkan dan memelihara tentang kesenian tradisional diwilayah Nusantara ini,” ujarnya.

Setelah berbagai pertunjukan seni dan budaya, Parade Senja diakhiri dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. Yang dimana Inspektur Upacara dipimpin oleh Camat Banjarbaru Selatan Taufik Purwanto, S.STP., M.AP, dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono sebagai Pembina Upacara. (Yds-Ijnk/MedCenBJB)

editor : NMD
sumber : mediacenter.banjarbarukota.go.id