KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Mendekati Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun 2022, berapa pasar tradisional yang ada di Kalimantan Selatan yang menjual bahan kebutuhan pokok atau sembako ada yang mengalami kenaikan harga.
Namun di Pasar Serongga Kecamatan Kelumpang Hilir dan Pasar Sengayam Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, pedagang masih menjual sembako dengan harga yang sama.
Hal tersebut dikatakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Akhmad Rivai bahwa harga sembalo di dua pasar tersebut relatif stabil.
# Baca Juga :Ditemukan Mayat Pria di Pangkalan Ojek Pasar Limbur Raya Kotabaru, Polisi Tak Temukan Identitas
# Baca Juga :Anggota DPRD Kalsel Yani Helmi Terus Perjuangkan Warga Pulau Sembilan Kotabaru Bisa Nikmati Internet
# Baca Juga :Korban Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi Tiba di Kotabaru, KRI Sultan Hasanuddin Angkut Empat Orang
# Baca Juga :Mulai 10 Juni Ferry Penyeberangan Batulicin-Kotabaru Berlakukan Tarif Baru
“Harga di Pasar Serongga dan Pasar Sengayam masih stabil,” kata Rivai didampingi Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Zaenal Arifin dan Kabag Ekonomi Fachruddin Rifaniusai usai meninjau harga beberapa kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun 2022, Selasa (21/6/2022) kemarin.
Hanya saja kata Rivai, kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang merah yang mengalami kenaikan, karena memang seluruh daerah di Indonesia mengalami hal yang sama.
“Dari hasil peninjauan kami dari Pasar Serongga dan Pasar Sengayam yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Paser, harga hampir sama saja malah di Sengayam lebih murah sedikit. Ini berarti, untuk harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha di pasar tradisional masih stabil dan stok barangnya cukup. Jadi, menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan selain cabai dan bawang merah,” tutur Ahmad Rivai.
Dia juga berharap kepada para supplier daging ayam untuk tetap menjaga kestabilan harga daging ayam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi Hari Raya Idul Adha. “Kami akan terus memantau kebutuhan pokok ini sampai H-1 menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rivai menambahkan, Kotabaru merupakan sebagai kota inflasi diantara tiga kabupaten/kota di kalimantan selatan.
Maka dari itu, katanya, untuk mendorong peningkatan inflasi daerah diharapkan tahun depan Dinas Pertanian dan SKPD terkait nantinya bisa memprogramkan apa apa yang menjadi pendorong kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah melakukan peninjauan tadi, harga-harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Jika nanti ada gejolak harga pemerintah akan turun kembali operasi pasar dan merapatkannya demi menjaga kestabilan harga di daerah kita Kabupaten Kotabaru,” jelas Asisten II H. Akhmad Rivai.(kalimantanlive.com/rizky)
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com







