BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Puluhan pelatih yang tergabung dalam Forum Sepakbola Generasi Indonesia (FORSGI) Kalimantan Selatan mendapat bimbingan singkat dalam bentuk pelatihan.
Pelatihan yang dikemas dalam kegiatan coaching clinic ditujukan untuk penguasaan pengetahuan tentang sepakbola kepada para pelatih.
Kegiatan coaching clinic ini digelar, pekan tadi di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel.
# Baca Juga :43 Tim Sepakbola Pondok Pesantren se-Kalsel Berlaga di Liga Santri 2022, Perebutkan Piala Kasad
# Baca Juga :Satpol PP Banjarmasin Gencarkan Operasi Yustisi, Hati-hati Jangan Buang Sampah di Luar Jadwal
# Baca Juga :Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Sediakan Dua Kamar Isolasi untuk Calon Jemaah yang Positif Covid-19
# Baca Juga :Tolak Penggusuran Pasar Batuah Banjarmasin, Ibu-ibu Bentangkan Spanduk dan Baca Shalawat
Kali ini Forsgi Kalsel menggelar coaching clinic bekerjasama dengan Dispora Kalsel dengan narasumber Ramadhan Arifin, SPd, MPd dari JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Aqib Wiqo Rifai selaku Ketua Panitia mengatakan, para pelatih sangat antusias dengan coaching clinic yang diadakan ini.
“Kitanya para pelatih dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dalam melatih pemainnya agar menjadi pemain yang berbudi pekerti luhur dan berkatrakter yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, rasa hormat (takdim), nilai luhur agama dan bermental yang kuat,” sebutnya.
Seirama juga apa yang dikatakan narasumber Ramdhan Arifin, juga mengajarkan bagaimana passing yang benar.
“Dasar-dasar sepakbola harus ditanamkan sejak kecil. Termasuk juga mental yang harus ditanam,” bebernya.
Adapun isi materi choacing clinic antara lain pengembangan karakter, program pelatihan, laws of the game, praktek lapangan.
Materi lainnya memberikan tips kepada para peserta tentang bagaimana caranya menjadi pelatih yang baik agar dapat memahami para pemain untuk menjadi seorang pesepakbola profesional.
Pesan dari narasumber jangan hanya latihan sekarang saja terus tidak latihan seminggu misalnya. Kalau begitu, tidak akan jadi pemain bola, tapi para pelatih diharapkan punya program latihan yang sudah diajarkan.
“Kegiatan choacing clinic ini diakiri dengan praktek lapangan secara langsung di Lapangan Sepakbola Kayutangi Banjarmasin,” tutupnya. (kalimantanlive.com/ifin)
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com







