TANJUNG, kalimantanlive.com – 21 titik panas yang ditangkap Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Kabupaten Tabalong, ternyata tidak semuanya kebakaran hutan.
“Diantara 21 titik tadi, 18 diantaranya berada di pabrik PT Conch, bukan kebakaran tapi dari cerobong pabrik,” ujarnya Kepala Seksi Perlindungan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, Aries Setiawan, Rabu (22/6/2022).
“Ditangkap satelit dianggap panas,” tambahnya.
Sedangkan hotspot lainnya terdapat di daerah Solan Kecamatan Jaro, Desa Barimbun Kecamatan Tanta dan Palapi Kecamatan Muara Uya.
BACA JUGA: Suhu Terpanas Bumi Diprediksi Cetak Rekor 2026, Ini Penjelasan WMO
“Sebanyak 1 titik berada di Solan, 1 titik Desa Barimbun, 1 titik di desa Palapi, jadi semua ada 21 titik,” jelasnya.
Dalam hal ini KPH Tabalong melakukan berbagai persiapan dengan mengaktifkan posko, mengecekan kembali peralatan yang dibutuhkan seperti jet shooter, dan menyiapkan mobil pemadam.
“Sosialisasi sudah kita sampaikan juga kemasyarakat, kita patroli Karhutla, menempel pamplet dan baleho larangan karhutla,” tambahnya.
Selain itu, Aris menginformasikan bahwa pihaknya juga melakukan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA).
BACA JUGA: Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Ingatkan Seluruh Instansi Waspada Bencana Kabut Asap dan Karhutla 2022
“Masyarakat peduli api merupakan kelompok masyarakat yang dibina oleh KPH yang menangani khusus kebakaran hutan yang berada di desa kawasan hutan,” jelas Aris.
Diketahui, hingga sekarang sudah terdapat 13 kelompok MPA yang sudah terbentuk di kawasan Kabupaten Tabalong.
Ia menghimbau agar masyarakat berhati-hati karena saat ini sudah memasuki musim kemarau. Selain itu ia juga menghimbau agar pembukaan lahan kalau bisa tanpa bakar.
Editor: M Khaitami
Sumber: klikkalsel.com










