Pedangdut Menghilang
Sementara itu, para pelapor yang merasa tertipu sudah mencari sang penyanyi ke kontrakan hingga rumah mertuanya.
Sayangnya, orang tidak dicari-carid itemukan. Sedangkan nomer telepon milik sang penyanyi, tidak bisa dihubungi.
Seorang yang merasa menjadi korban Investasi bodong, Arie Budi, menyebut, ada 90 orang yang sudah terdata sebagai korban yang sama. Tak menutup kemungkinan ada korban lainnya.
“Saya berinvestasi sejak Desember 2021. Investasi ini berupa pinjaman ke pihak lain. Dia (terlapor) diketahui meminjamkan uang kepada orang lain dengan keuntungan yang lebih besar,” ucapnya seperti dikutip di Banjarmasinpost.co.id
Kemudian, Arie menceritakan, awalnya hanya berinvestasi Rp 20 juta. Setelah satu bulan, yakni pada Januari 2022, melakukan pencairan keuntungan, lengkap dengan dana investasi.
Saat April, ia kembali berinvestasi dengan total Rp 90 juta. Investasi yang diberikan pun bertahap, dari Rp 10 juta hingga total Rp 90 juta. Kini, dirinya berharap uang investasinya bisa kembali.
Korbannya se Kalsel
Menurut Arie, peserta arisan tak hanya berasal dari Kabupaten HSS, tetapi juga dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin. Mereka dari berbagai kalangan, pekerja hingga mahasiswa.
“Kebanyakan mahasiswa dan ibu rumah tangga. Kami sudah berusaha menelepon, tapi tidak bisa,” katanya.
Selama menjadi peserta arisan, Arie mengakui sempat menerima keuntungan Rp 17 juta. Hingga akhirnya macet pembayaran pada Mei lalu. Hingga sekarang, dana investasi dan keuntungan belum dikembalikan terlapor.
Dirinya dan yang lain juga percaya dengan invetasi sang penyanyi berinisial ML itu karena adanya kuitansi bermaterai. “Secara dokumen juga lengkap,” katanya.







