Tim Dewan Pers Verifikasi Faktual Media Kalimantanlive.com, Diakhiri Penyerahan Buku Saku Wartawan

BANJARMASIN, Kalimatanlive.com – Tim Dewan Pers melakukan verifikasi faktual atau peninjauan langsung ke Kantor media siber Kalimantanlive.com di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (24/6/2022) sore.

Tim Verifikasi Faktual Dewan Pers Paulus Tri Agung Kristanto dan Mbak Uci mengunjungi langsung Kantor Media Online Kalimantanlive.com di Jalan Sintuk II No 163 di Jalan Sintuk II Kompleks Banjar Indah Permai Banjarmasin.

Media siber Kalimantanlive.com atau https://www.kalimantanlive.com/, sebelumnya telah Terverifikasi Administratif di Dewan Pers.

Verifikasi Faktual adalah peninjauan di kantor redaksi perusahaan pers untuk mengkonfirmasi data dan dokumen sesuai aslinya, serta melihat langsung proses kerja redaksi.

BACA JUGA : Resmi, JMSI Konstituen Dewan Pers, Ketua Umum Teguh Santoso Minta Kibarkan Bendera se-Nusantara

Di Kantor Media Online Kalimantanlive.com, Tim Dewan Pers disambut langsung Pemimpin Redaksi Umi Sriwahyuni dan Pemimpin Umum Elpianur Achmad.

Banyak masukan dan saran yang disampaikan Mas Paulus dan Mbak Uci untuk perbaikan sekaligus meningkatkan performa Kalimantanlive.com sebagai pendatang baru di bisnis media siber, mulai pilihan konten, teknik mengelaborasi atau melokakal berita nasional, memperbanyak berita sendiri, hingga susunan organisasi keredaksian, terkait penanggung jawab media.

Mas Paulus juga menyoroti kalimantanlive.com masih banyaknya berita nasional dibanding konten lokal yang justru lebih dekat dengan pembaca di Kalsel.

Menurut dia, sebelum menentukan pilihan berita yang akan diturunkan, penting untuk terlebih dahulu memetakan pembaca atau visitor. Berita seperti apa yang sebenarnya diinginkan pembaca khususnya di Kalimantan Selatan.

Mas Paulus melihat adanya kecenderungan media siber di daerah yang justru ingin tampil seperti media nasional, dengan lebih banyak menyuguhkan topik nasional ketimbang berita daerah sendiri.

Padahal, lanjut dia, isu-isu nasional seperti kebijakan pemerintah dan lain-lain, sudah pasti dikuasai media besar atau media mainstream seperti Kompas, CNN dan lain-lain.

Dia menyarankan kepada media di daerah, kalaupun ingin tetapi mengangkat atau meyoroti isu nasional, sebaiknya berita dielaborasi di tingkat lokal Kalsel.