FAKTA-Fakta Sumur Zamzam, dari Air Tak Pernah Kering Selama 4.000 Tahun hingga Keistimewaan Ini

KALIMANTANLIVE.COM – Air Zamzam tak pernah absen menjadi oleh-oleh yang dibawa jamaah haji dan umroh. Air ini berasal dari sumur suci yang berada di bawah Masjidil Haram, Mekkah.

Pada abad ke-21, sejumlah peneliti telah direkrut untuk memastikan bahwa air suci tersebut aman untuk dikonsumsi manusia.

Hingga kini, sumur Zamzam terus mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan jutaan peziarah yang mengunjungi Kota Suci umat Islam setiap tahun.

# Baca Juga :Usai Tiba di Makkah, Tiga Kloter Haji Kalsel Menanti Puncak Haji 1443 Hijriah

# Baca Juga :2 Hari di Makkah, Jemaah Haji Asal Aceh Bakal Dapat Wakaf Rp4,5 Juta

# Baca Juga :Gelorakan Revolusi Hijau, Lembaga Manajemen Infaq dapat Apresiasi Pemprov Kalsel

# Baca Juga :Hari Jadi Ke-27 Kalsel, Pemprov Kalsel Sulap Jalan Lambung Mangkurat Jadi Lokasi Permainan Tradisional

Sumur zamzam yang berada di area Masjidil Haram Mekkah menjadi kunjungan ‘wajib’ bagi jemaah haji maupun umrah ketika berada di tanah suci.

Sumur zamzam mempunyai banyak keistimewaan, baik dari sisi sejarah maupun aliran airnya. Asal-usul sumur zamzam berkaitan dengan Nabi Ismail, yang merupakan putra dari Nabi Ibrahim, dan sang ibu Siti Hajar.

Berikut Fakta-fakta sumur zamzam:

Sejarah sumur zamzam

Umat Islam pastinya tidak asing lagi dengan sejarah kemunculan sumur zamzam. Mengutip dari laman Nahdlatul Ulama, asal-usul sumur zamzam bermula saat Nabi Ibrahim dan sang istri, Siti Hajar bersama bayi mereka Nabi Ismail, tiba di Mekkah.

Saat itu, Mekkah belum berpenghuni, hanya berupa pegunungan yang tandus. Dalam keadaan tersebut, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menuju Palestina.

Siti Hajar dan bayinya hanya berbekal air dan kurma di tengah padang tandus. Saat perbekalan menipis, Siti Hajar mulai mencari sumber air dan makanan lantaran Nabi Ismail mulai menangis.

Kemudian, Siti Hajar naik menuju Bukit Shafa, namun tak ada sesuatu pun di gurun yang tandus itu. Kemudian, ia menuju Bukit Marwah dengan harapan yang sama pula. Hasilnya pun nihil.

Akhirnya, pada putaran ke tujuh tatkala turun dari Bukit Marwah, Siti Hajar mendengar suara aneh dari arah Nabi Ismail berada. Ternyata suara itu merupakan mata air yang mengalir dari tanah di bawah kaki Nabi Ismail.

Melihat kejadian itu, Siti Hajar pun mendekatinya dan membuat gundukan di sekitarnya agar sumber air tidak mengalir ke mana-mana. Nah, mata air tersebut adalah sumur zamzam.

Melansir dari Arab News, nama sumur zamzam berasal dari frasa zome zome, yang berarti berhenti mengalir. Frasa itu merupakan ucapan dari Siti Hajar saat berusaha menahan aliran mata air tersebut.

Sementara, berdasarkan informasi dari Kompas.com (25/4/2021), zamzam berarti banyak atau melimpah ruah dalam bahasa Arab. Nama ini sesuai dengan kondisi sumur zamzam yang tidak pernah kering meskipun telah digunakan selama ribuan tahun.