kalimantanlive.com – Italia kini menghadapi kekeringan terburuk sepanjan sejarah.
Hal ini ditandai dengan mengeringnya sungai terpanjang di negara pizza itu.
Tak hanya mengering, pemandangan meegerikan pun terlihat di sungai yang memiliki panjang 405 mil itu.
Banyaknya sisa tengkorak bekas Perang Dunia II bermunculan di sungai.
Di dasar sungai tersebut terlihat bekas kapal Zibello yang memiliki panjang 50 kaki atau sekitar 15 meter yang tenggelam pada 1943.
Seperti dilansir accuweather.com, salah seorang pengendara sepeda bernama Raffaele Vezzal mengatakan, ini pertama kalinya kami dapat melihat kapal tersebut.
Di tempat lain sepanjang sungai, barang-barang kecil lainnya bermunculan dari dalam sungai untuk pertama kalinya.
BACA JUGA:Insiden di Malam Oscar 2022, Will Smith Alami Kerugian hingga Ratusan Juta Dollar AS
Dengan sebagian besar dasar sungai yang berpasir tersebut, sekarang dapat dilalui dengan berjalan kaki.
Sungai Po merupakan bendungan air tawar terbesar di Italia, kekeringan yang terus menerus, disebut sebagai yang terburuk dalam 70 tahun terakhir.
Kekeringan yang melanda sungai tersebut bisa mengancam pasokan air minum di bagian Italia Utara dan mempersulit kehidupan para petani di wilayah sekitar Sungai Po.
Sungai Po terletak di Gualtieri, kira-kira antara Florence dan Milan.
Sungai Po sangat penting bagi pendudukan Italia Utara, khususnya di bagian daerah Gualtieri yang mayoritasnya bergantung pada air sungai tersebut untuk daerah pertanian.
Sebagian daerah Italia Utara tidak mengalami hujan sekitar 3 bulan dan suhu mencapai -15 derajat celcius.
“Dengan suhu seperti itu, tampaknya tidak akan hujan dalam beberapa mendatang, hal ini menjadi bencana besar.” kata Martina Codeluppi seorang petani di Gualtieri.
Para petani di Gualtieri merupakan penghasil yang berkualitas, seperti gandum, tomat, beras, semangka, labu dan anggur.
Namun setelah kejadian kekeringan, para petani sulit untuk memproduksi tanamannya, karena sudah bergantung pada Sungai Po.
Editor: M Khaitami
Sumber: viva.com







