KALIMANTANLIVE.COM – Setidaknya ada empat ledakan besar terjadi di Kyiv, ibu kota Ukraina yang menjadi serangan pertama beberapa pekan terakhir.
Rudal-rudal Rusia itu menghancurkan bangunan apartemen dan taman kanak-kanak di Kota Kyiv disaat para pemimpin dunia menghadiri G7 di Jerman.
Menurut Wakil Wali Kota Kyiv Mykola Pvoroznyk, serangan itu mengakibatkan satu orang meninggal dan enam lainnya luka.
# Baca Juga :Putin Lontarkan Ancaman Serang Target Baru Jika Ukraina Disuplai Senjata
# Baca Juga :Skotlandia Vs Ukraina Kualifikasi Piala Dunia 2022, Si Biru Kuning Menang Tanpa Simpati Lawan
# Baca Juga :HEBOH Pasukan Rusia Temukan Indomie Goreng di Bekas Markas Pasukan Ukraina, Indonesia Kirim Pasukan?
# Baca Juga :Ungkap Kebohongan Militer Rusia, Seorang Ibu Selamatkan 2 Putranya dari Pertempuran di Ukraina
Dia bilang ledakan terdengar di sisi lain Kyiv saat pertahanan udara menghancurkan rudal susulan.
Rusia meningkatkan serangan udara ke Ukraina pada pekan ini.
“Itu lebih ke barbarisme mereka,” kata Presiden Amerika Serikat Joe Biden menanggapi serangan itu ketika berkumpul bersama para pemimpin negara-negara kaya G7 di Jerman.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan negara G7 seharusnya merespons serangan terbaru dengan menerapkan sanksi baru pada Rusia dan menyediakan pasokan senjata buat Ukraina.
Invasi Rusia ke Ukraina adalah konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Dukungan negara barat ke Ukraina kini mulai melemah karena para pemimpinnya takut tentang konsekuensi perekonomian.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan negara barat mesti tetap bersatu melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Harga jika mundur, harga jika membiarkan Putin sukses, membajak sebagian besar Ukraina, melanjutkan program penaklukkannya, harga itu akan jauh, jauh, jauh lebih tinggi,” ucap Johnson seperti diberitakan AFP.
Kehidupan di Kyiv sebenarnya telah sedikit mereda ketimbang masa awal invasi Rusia yang dimulai 24 Februari kendati sirine serangan udara masih kerap terdengar. Kyiv tak menjadi objek serangan udara Rusia sejak awal Juni.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan melalui Telegram bahwa beberapa orang terjebak di reruntuhan apartemen usai serangan pada Minggu, termasuk seorang akan tujuh tahun yang berhasil diselamatkan.
Juru bicara dari Angkatan Udara Ukraina menjelaskan serangan Rusia melibatkan 4 hingga 6 rudal jarak jauh yang ditembakkan lebih dari 1.000 km di daerah Astrakhan, Rusia.
Rudal Rusia juga menyerang kota Cherkasy yang tak pernah jadi target hingga sekarang.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







