Ada Larangan Pakai Hp di SPBU, Lalu Gimana Buka Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite

KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah melalui PT Pertamina, mengharuskan menggunakan aplikasi MyPertamina saat membeli Pertalite dan Solar.

Aturan baru ini akan diujicoba Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) di sejumlah wilayah di Indonesia per jumat 1 Juli 2022

PT Pertamina akan menguji coba sistem pembelian Pertalite dan Solar bagi masyarakat yang sudah mendaftar lebih dulu ke sistem MyPertamina.

# Baca Juga :Biodiesel PT JAR Sudah Dinikmati Pengguna Kendaraan Bermotor, Rutin Kirim ke Pertamina

# Baca Juga :Beli BBM Subsidi Pakai Aplikasi MyPertamina, Begini Caranya

# Baca Juga :Beli Pertalite di SPBU Bakal Dibatasi ‘Wajib’ Pakai MyPertamina, Lalu Harganya?

# Baca Juga :UPDATE Harga BBM Pertamina Juni 2022, dari Pertalite Rp 7.650 hingga V-Power Rp 18.500 Per Liter

Aturan ini bertujuan agar penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat tepat sasaran.

Nantinya, masyarakat harus mengakses aplikasi atau situs web MyPertamina lewat ponsel ketika hendak membeli Pertalite atau Solar.

Hal tersebut pun memantik pertanyaan, “amankan menggunakan aplikasi MyPertamina di ponsel ketika membeli Solar dan Pertalite?”.

Sebab, selama ini, ada larangan penggunaan ponsel di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Yuyu Wahyu pun angkat bicara terkait hal ini. Menurut Yuyu, secara teknis, penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli Pertalite dan Solar di pom bensin itu termasuk aman.

Dia menjelaskan, ketika membeli bahan bakar minya (BBM) termasuk Pertalite dan Solar lewat aplikasi MyPertamina, ponsel pengguna otomatis terhubung ke koneksi internet.

Gelombang elektronomagnetik dari koneksi internet ini sangat kecil sehingga, secara teori, tidak menimbulkan api.

“Setiap hari, kita dihujani gelombang elektromagnetik dari BTS (4G/5G), satelit, TV terestrial, dengan frekuensi yang berbeda-beda,” kata Yuyu.

“Tetapi selama ini aman karena memang sinyalnya memiliki daya kecil, yakni -100 dBm (decibel-milliwatts). Itu nggak apa-apa. Kalau tidak aman, sudah kebakaran,” lanjut Yuyu saat dihubungi KompasTekno, Selasa (28/6/2022).

Nah, ketika menggunakan MyPertamina di pom bensin, pengguna juga perlu melakukan pembayaran dengan memindai (scan) barcode dengan kamera ponsel. Yuyu mengatakan, aktivitas tersebut juga tidak menimbulkan api yang dapat memicu kebakaran.

“Secara teknis aman, itu hanya optical atau pakai kamera saja. Jadi tidak ada transmisi power antara BTS/ponsel,” kata Yuyu.