PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Pasar Batumandi.
Kunjungan mendadak yang dilakukan Diperindag Balangan itu untuk mematau harga menjelang Hari Raya Iduladha 1443 hijriah.
# Baca Juga :Kolaborasi Pemkab Balangan dan Bank Kalsel, Renovasi Masjid Hayatuddin Juai
# Baca Juga :Jemaah Haji Kalsel Asal Balangan yang Meninggal dalam Pesawat, Ternyata Menderita Penyakit Ini
# Baca Juga :Jemaah Haji Asal Balangan Meninggal dalam Pesawat Menuju Madinah, Kamenag Kalsel Sebut 7 Persen Berisiko Tinggi
# Baca Juga :Kolaborasi Pemkab Balangan dan Bank Kalsel Launching Kartu Balangan Pintar di Puncak HUT ke-19
“Kegiatan sidak pasar yang kami lakukan hari ini yaitu untuk memantau harga kemudian ketersediaan bahan pangan pokok yang ada di pasar tradisional, kegiatan ini juga akan kami lakukan ke pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di Balangan,” kata pejabat Penjamin Mutu Produk Disperindag dan UKM Balangan, Asbit, Selasa (28/6).
Menurut Asbit, bahan pokok yang mencakup 16 pangan pokok tersedia dan cukup. Ketersediaan minyak goreng kemasan dan curah di pasar tradisional juga cukup.
Asibit bilang, dari hasil sidak yang dilakukan pihaknya ditemukan ada bahan pangan pokok yang mengalami kenaikan harga. Salah satunya cabai merah yang harga normal biasanya Rp40 ribu, saat menjelang Iduladha naik menjadi Rp60 ribu.
Kemudian, untuk cabai merah dari harga Rp60 ribu naik menjadi Rp70 ribu. Sedangkan ayam potong dari harga Rp28 ribu naik Rp30 ribu per kilogramnya.
“Kalau untuk cabai, memang ada beberapa faktor yang mengakibatkan harganya menjadi melambung tinggi, salah satunya faktor cuaca dan penyakit tanaman. Sedangkan untuk beberapa barang pangan pokok yang lainnya mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan hanya naik antara Rp2 ribu sampai Rp3 ribu yaitu seperti telur dan minyak curah,” ujarnya.
Sementara salah satu pedagang, Misdi mengungkapkan kenaikan harga paling signifikan terjadi di sejumlah jenis cabai.
Cabai rawit semula pada kisaran harga Rp100 ribu naik menjadi Rp130-150 ribu per kilogramnya, cabai keriting awalnya Rp50 ribu naik menjadi Rp90 ribu per kilogramnya dan cabai tiung dari Rp60 ribu naik Rp100 ribu per kilogramnya.
“Tentunya kami sangat mengeluhkan keadaan ini, karena para pembeli berkurang dari sebelumnya. Ini saja kami menjual dengan keuntungan yang tipis,” ungkapnya.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/apahabar.com









