Lokasinya pelaksanaannya sendiri, Arif menuturkan akan dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, untuk penyampaian materinya dan dilanjutkan dengan praktiknya di Jalan RE Martadinata.
Sedangkan peserta yang akan mengikuti pelatihan nanti akan dibatasi jumlahnya oleh IMI Kalsel, yakni hanya satu driver saja dari perwakilan masing-masing damkar swakarsa.
“Hanya satu supir dan satu unit mobil damkar, dan unit yang digunakan nanti juga tidak boleh jenis roda tiga ataupun roda dua modifikasi,” tekannya.
Pelatihan safety riding ini bebernya, akan digelar tiga bulan sekali dengan kuota 100 sopir damkar di Banjarmasin dan 24 dari kabupaten/kota lain per sekali pelatihan.
“Secara bergiliran, semua sopir damkar yang memenuhi kriteria yang sudah ditentukan akan diikutkan dalam pelatihan,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPKP Banjarmasin, Budi Setyawan mengaku akan mengutamakan BPK/PMK yang sudah lama berdiri dan memiliki satpras yang mumpuni. Kemudian memiliki badan hukum yang jelas.
“Kemudian di tanggal 6 sampai 7 Juli 2022 nanti semua Sarpras milik damkar swakarsa yang mendaftar akan kami periksa kelayakannya di Lapangan RTH Kamboja,” imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, menurutnya kecelakaan yang terjadi disebabkan dua faktor, bisa dikarekan human eror atau kesalahan manusia (driver) nya atau kondisi unit yang digunakan saat menuju lokasi kebakaran. Sehingga semua sarpras harus dalam kondisi prima sebagai syarat pelatihan.
“Misalkan peserta yang mendaftar tidak memenuhi kriteria, maka akn langsung kita ganti. Dengan yang lain,” tandasnya.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/kalselpos.com







