BARABAI, KALIMANTANLIVE.COM – Personil Satpol PP Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan diajari cara menggunakan tameng yang benar, bagaimana bertahan melindungi diri, dan bagaimana menghadapi massa dengan tetap berupaya memposisikan diri sebagai pengayom masyarakat.
Aktivitas yang diikuti 124 personel anggota Satpol PP HST itu merupakan rangkaian pelatihan penanganan huru hara yang digelar selama empat hari sejak Selasa 28 Juni sampai Jumat 1 Juli 2022 mendatang.
Anggota Satpol PP ini adalah tenaga kontrak yang direkrut Pemkab HST beberapa bulan yang lalu dan sudah bertugas di lapangan.
# Baca Juga :Meski Stok Aman hingga Idul Adha, Harga Bawang Merah Melonjak di HST
# Baca Juga :Meriahkan Hari Bhayangkara, Digelar Lomba Panahan Horsebow Kapolres HST Cup 2022
# Baca Juga :Bandar Sabu dari Pelosok Dayak HST Diciduk di Desa Layuh, Sempat Buron 7 Bulan
# Baca Juga :Wisata Pemandian Air Panas Hantakan HST Memprihatinkan, Sejumlah Fasilitas Tak Terawat
Untuk pelatihan tersebut, Pemkab bekerjasama dengan Kodim 1002 HST, dimana pihak Kodim menunjuk dua orang personelnya sebagai mentor.
Selain mendapatkan pengarahan terkait tugas, anggota Satpol PP tersebut sebelumnya juga dilatih peraturan baris berbaris (PBB).
Kegiatan latihan dilaksanakan di lapangan Dwiwarna Barabai, dan untuk latihan penanganan huru hara seperti aksi demonstrasi serta gangguan ketertiban lainnya terkait penegakan peraturan daerah (Perda) dilaksanakan praktik simulasi penanganan demonstrasi massa.
Pada praktik tersebut personel Satpol PP diajari cara menggunakan tameng yang benar, bagaimana bertahan melindungi diri, dan bagaimana menghadapi massa dengan tetap berupaya memposisikan diri sebagai pengayom masyarakat.
Kepala Satpol PP HST Subhani kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, kegiatan tersebut selain melatih fisik juga melatih mental para praja jika menghadapi berbagai situasi di lapangan saat mereka melaksanakan tugas menegakkan Perda.
“Juga menambah wawasan dan pengetahuan tentang baris berbaris, yang tujuannya adalah melatih kedisiplinan,” kata Subhani.
Selain mendapatkan pelatihan dari personel Kodim 1002 HST, anggota Satpol PP HST sebelumnya kata Subhani sudah mendapat pelatihan tersebut secara internal dari para senior mereka di Satpol PP HST.
Diakui pelatihan selama 4 hari masih sangat kurang sekali, dan kedepan memerlukan waktu latihan lebih banyak lagi agar menghasilkan personel yang tangguh dan terampil di lapangan.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com








