JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (daker) Mekkah mendata ada sebanyak 204 jemaah calon haji yang akan menjalani safari wukuf.
Karena kondisi kesehatan yang tak memungkinkan wukuf mandiri, hanya sebanyak 119 jemaah calon haji akan menjalani safari wukuf saat puncak haji 1443 H atau Haji 2022 M.
“Alhamdulillah banyak pasien yang kembali sehat dan sudah kembali ke kloter masing-masing,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana di Mekkah, Minggu.
# Baca Juga :Jamaah Haji 2022 Dilarang Dekati Unta, Ada Apa? Terungkap Ini Penyebabnya
# Baca Juga :Obat Rindu Kampung Halaman, Banyak Jemaah Haji Indonesia Bawa Bekal Makanan Khas dari Tanah Air
# Baca Juga :2 Hari di Makkah, Jemaah Haji Asal Aceh Bakal Dapat Wakaf Rp4,5 Juta
# Baca Juga :Gubernur H Sahbirin Noor Lepas Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Kalimantan Selatan
“Mungkin semangatnya mulai timbul lagi apalagi mendekati Arafah,” duga Budi.
Budi mengatakan jemaah yang disafariwukufkan tersebut memang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri.
Menurut Budi, jumlah jemaah yang akan disafariwukufkan tersebut sifatnya masih dinamis. Sehari sebelum wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022 akan ditentukan jemaah yang akan disafariwukufkan.
Lebih lanjut Budi mengatakan, musim haji tahun ini KKHI Mekkah melakukan skrining ulang seluruh jemaah risiko tinggi (risti) dengan layanan kesehatan spesialis.
Hal ini dilakukan agar angka kesakitan jemaah bisa terkendali. Dari skrining tersebut dapat diketahui mana jemaah yang mampu wukuf mandiri dan mana yang perlu safari wukuf.
Saat ini memasuki masa kritis haji dan puncaknya pada saat di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) maka skrining ulang harus selesai sebelum 9 Dzulhijjah.
Budi mengatakan saat ini mayoritas jemaah risti memiliki penyakit komorbid hipertensi dan terkait penyakit cardiovascular.
Menjelang Armuzna, Budi kembali mengingatkan agar jemaah menghindari kelelahan berlebihan dan beristirahat tiga hari sebelum wukuf agar kesehatan pulih. jemaah juga diingatkan untuk minum jangan tunggu haus agar tidak dehidrasi.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







