Penembakan Brutal di Parade Hari Kemerdekaan AS, Pelaku Kulit Putih Berondong 6 Tewas

Rumah sakit setempat menyebut sudah merawat 25 orang dengan luka tambak. Rentang usia delapan hingga 85 tahun.

Ada sekitar empat hingga lima anak dirawat. Sebanyak 16 orang sudah dipulangkan.

Sementara itu, Wali Kota Highland Park Nancy Rotering mengatakan kesedihannya. Menurutnya tak sepantasnya ini terjadi di hari “kebebasan” AS.

“Pada hari kami berkumpul untuk merayakan komunitas dan kebebasan, kami malah berduka atas hilangnya nyawa yang tragis dan berjuang dengan teror yang menimpa kami,” katanya.

Presiden Joe Biden sendiri menyuarakan keterkejutannya. Ia bersumpah untuk terus memerangi “epidemi kekerasan senjata” yang melanda negara itu.

“Saya tidak akan menyerah,” katanya dikutip AFP.

Pekan lalu, Biden sendiri telah menandatangani undang-undang federal pertama yang signifikan tentang keamanan senjata dalam beberapa dekade. Ini beberapa hari setelah Mahkamah Agung (MA) AS memutuskan bahwa orang Amerika memiliki hak mendasar untuk membawa pistol di depan umum.

Menurut situs Arsip Kekerasan Senjata AS, penembakan telah menjadi krisis kekerasan senjata di AS. Di mana ada sekitar 40.000 kematian per tahun disebabkan oleh senjata api.

Menurut data yang sama, ada 309 penembakan massal yang terjadi di AS sejauh ini pada 2022. Di hari yang sama, terdapat pula tiga kasus penembakan lain, meskipun tanpa korban jiwa.

editor : NMD
sumber : cnbcindonesia.com