KALIMANTANLIVE.COM – Insiden penembakan yang menewaskan 6 orang dan melukai 24 orang terjadi di Highland Park, Illinois, Chicago, Amerika Serikat (AS).
Pihak kepolisian setempat kini tengah memburu pelaku yang diduga seorang pria kulit putih.
“Saat ini, dua lusin orang telah diangkut ke rumah sakit Highland Park. Enam dipastikan meninggal,” kata Komandan Chris O’Neil dari polisi kota itu kepada wartawan seperti dilansir AFP, Selasa (5/7/2022).
# Baca Juga :Penembakan Brutal Terjadi di Bar Gay di Oslo, 2 Tewas 14 Luka-luka
# Baca Juga :GAWAT Cuma 4 Hari Sudah Ada 300 Penembakan di AS, Renggung Nyawa 124 Orang dan 325 Luka-luka
# Baca Juga :7 Insiden Penembakan Brutal dalam Sebulan, 36 Orang AS Tewas, Sekolah & RS Jadi Target
# Baca Juga :Penembakan Brutal Kembali Terjadi di AS, 4 Orang Tewas Termasuk Pelaku di Oklahoma
Penembakan maut terjadi di perayaan Hari Kemerdekaan AS di Highland Park, Illinois, seorang pria bersenjata senapan berkekuatan tinggi menembak mati sedikitnya enam orang saat parade.
Pejabat darurat setempat mengatakan sekitar dua lusin orang, termasuk anak-anak, terluka dengan beberapa dalam kondisi kritis.
Pelaku diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 22 tahun bernama Robert E Crimo III dan hingga berita ini diturunkan, perburuan besar-besaran masih dilakukan polisi.
Kejadian berlangsung pukul 10:14 pagi. Ketika itu, pawai masih tiga perempat jalan.
“Semua orang mengira itu kembang api,” kata seorang pengunjung parade, yang hanya diidentifikasi sebagai Zoe, seperti dikutip CNN International.
“Ayah saya mengira itu adalah bagian dari pertunjukan, dan saya seperti ‘Ayah, tidak… ada yang salah’. Dan saya meraihnya. Saya melihat dia dan kemudian itu hanya lautan kepanikan. Orang-orang jatuh dan jatuh,” tambahnya.
“Saya melihat seorang gadis ditembak dan dibunuh … melihatnya mati,” ujarnya lagi.
Juru bicara Satuan Tugas Kejahatan Besar Lake County Christopher Covelli mengatakan penonton sepertinya menjadi sasaran pelaku. Ia membidik korban secara acak.
“Sepertinya penonton menjadi sasaran… Jadi, sangat acak, sangat disengaja dan sangat menyedihkan,” ujarnya dikutip AFP.
Sementara itu dalam keterangan berbeda, pihak berwenang menyebut korban tewas semuanya merupakan dewasa, lima meninggal di tempat kejadian dan satu di rumah sakit. Namun, di antara mereka yang luka kritis, ada satu anak-anak.







