KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Gara-gara tersengat listrik, tiga orang yang masih satu keluarga tewas di Desa Sukadana, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (4/7/2022) sekitar pukul 17.00 Wita.
Peristiwa mengerikan dialami Amiri sang ayah (36), istrinya Ernawati (37) dan putra mereka bernama Diki Saputra (13)
Korban merupakan warga lingkungan RT 11, Desa Sukadana, Kecamatan Pamukan Selatan, Kotabaru.
# Baca Juga :Penembakan Brutal di Parade Hari Kemerdekaan AS, Pelaku Kulit Putih Berondong 6 Tewas
# Baca Juga :Perempuan Ditemukan Tewas dengan Kepala Terbenam di Bak Mandi Sebuh Vila, Polisi Ungkap Pelakukan
# Baca Juga :21 Remaja Afrika Selatan Tewas Misterius Usai Menghabiskan Malam di Kedai
Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Siregar SIK melalui Kapolsek Pamukan Selatan Ipda Edi Supratman mengatakan kejadian berawal saat saksi mata Rahman pulang dari memancing.
Saat itu cuaca hujan, sepulang dari memancing Rahman berniat langsung mandi.
Saat menuju kolam tempat mandi, Rahman melihat ketiga korban sudah tergeletak di tanah dekat kolam pemandian.
Menyaksikan kejadian itu, Rahman langsung berlari ke rumah Yusril salah seorang warga untuk diminta pertolongan.
Mendengar cerita Rahman, kemudian mereka bersama-sama menuju kolam. Namun saat mereka tiba di lokasi kondisi ketiga korban sudah meninggal.
Kapolsek menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TPK), korban meninggal karena tersengat aliran listrik yang membentang di atas kolam pemandian.
Diduga kabel yang disambung oleh korban terjatuh di kolam, karena tiang penyangga kabel dari bambu ditabrak sapi.
Di lokasi kejadian pun seekor sapi mati akibat terkena setrum.
“Jarak antara sapi dan korban kurang lebih 7 meter,” kata Kapolsek kepada banjarmasinpost.co.id melalui pesan WhatsApp.
Baca juga: Pria Tewas Saat Pasang Kanopi di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Diduga Tersetrum
Kabel yang ada arus listriknya disambung ke rumah korban dari rumah kerabat korban yang berjarak sekitar 200 meter.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukan visum dan menerima kematian korban bukan karena kematiannya tidak wajar,” pungkas Kapolsek.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







