KALIMANTANLIVE.COM – PT Pertamina Patra Niaga berencana untuk menerapkan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan MyPertamina di Pulau Jawa pada Agustus atau September tahun ini.
Uji Coba itu bakal menjadi percobaan kedua setelah gelombang pertama dilakukan di 11 kabupaten atau kota yang diterapkan mulai 1 Juli 2022.
Hingga saat ini, warganet terus membahas aplikasi MyPertamina yang baru saja dikeluarkan Pertamina.
# Baca Juga :Pertamina : Tahap Uji Coba, Masyarakat Masih Boleh Beli BBM di SPBU Tanpa Daftar Aplikasi MyPertamina
# Baca Juga :Yani Helmi Minta Pemerintah Sosialisasikan Pembelian Pertalite dan Solar di SPBU Wajib Daftar MyPertamina
# Baca Juga :Beli Elpiji 3 Kg Masih Bebas, Tak Pakai MyPertamina, Pertamina: Fokus Solar dan Pertalite
# Baca Juga :Ada Larangan Pakai Hp di SPBU, Lalu Gimana Buka Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite
Hal itu terbukti dari tagar #MyPertaminaUnFaedah yang sempat menjadi trending topic di Twitter.
Seperti diketahui, Pertamina merilis aplikasi MyPertamina di Google Playstore dan Apps Store.
Aplikasi itu menjadi salah satu cara bagi masyarakat yang ingin membeli BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.
Pertamina berdalih aplikasi itu berguna agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Namun di awal peluncurannya, MyPertamina justru banjir kritik.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pengguna membeli nilai satu bintang untuk aplikasi tersebut pada Kamis (30/6).
Aplikasi MyPertamina terpantau hanya mendapatkan nilai 1,3. Rata-rata pengguna juga mengeluhkan aplikasi itu lambat dan menyusahkan.
Bukan hanya di Google Play, warganet juga menggunjingkan MyPertamina di Twitter. Tagar
#MyPertaminaUnFaedah menjadi trending topic.
“Buka play store. Cari mypertamina. Klik titik 3 di pojok kanan atas Laporkan/tandai sebagai tidak pantas. Rating di bawah 0,8 di blokir Playstore #MyPertaminaUnFaedah #MyPertaminaUnFaedah,” tulis akun @TargetSuspend.









