Dinkes Gelar Workshop Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Alam Maupun Non Alam

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan atau Dinkes Kalsel melaksanakan Workshop Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Pra, Saat dan Pasca di tingkat Provinsi Kalsel.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meminimalisir dampak kesehatan yang ditimbulkan dari bencana, sehingga dapat mengurangi korban,” kata Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin di Banjarmasin, Rabu (6/7/2022).

Dimana, jelas Diauddin, setiap subklaster bidang kesehatan mengambil bagian dalam penanggulangan bencana dengan peran dan fungsinya masing-masing.

# Baca Juga :Pegawai BUMD Kalsel Wajib Laporkan Harta Kekayaan Kepada KPK, Bagini Caranya

# Baca Juga :Listrik Kembali Normal, Setelah 6 Jam Sebagian Wilayan Kalselteng Gelap Gulita

# Baca Juga :FAKTA-Fakta Banjir di Kalsel, dari 1.587 Jiwa Terdampak hingga 1 Bocah Meninggal Dunia

# Baca Juga :ASN, Pesiun dan TNI-Polri Terima Gaji Ke-13, DJPb Kalsel: Wujud Penghargaan atas Pengabdian

Ditambahkan Diauddin, Kalsel termasuk wilayah yang rawan terhadap bencana, baik bencana alam maupun non alam.

Menurut data dari 2018 hingga 2021, Diauddin menyampaikan, terjadi peningkatan frekuensi bencana alam sehingga jumlah penduduk yang terdampak juga meningkat.

“Pada 2018 sebanyak 7.918 jiwa, 2019 sebanyak 45.993 jiwa, 2020 sebanyak 86,528 jiwa, sedangkan pada 2021 jumlah penduduk yang terdampak bencana alam yaitu 644.913 jiwa,” ujar Diauddin.

Diauddin melanjutkan, dari data diatas jumlah penduduk yang terdampak terbesar yaitu di 2021 dimana pada tahun tersebut terjadi banjir yang melanda 11 kabupaten/kota.

Oleh karena itu, semakin banyaknya frekuensi bencana alam maka jumlah yang terdampak juga akan semakin meningkat, sehingga krisis kesehatan akibat bencana juga akan semakin meningkat dan dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di masyarakat jika tidak ditangani secara maksimal.

Untuk mengantisipasi dampak bencana tersebut, perlu mencari suatu solusi bersama, sehingga dampak korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana dan KLB dapat diminimalisir.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kerja sama lintas sektor dan program di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota semakin meningkat, sehingga koordinasi dalam penanganan kejadian bencana dapat berjalan lancar,” jelas Diauddin. (*/kalimantanlive.com)

editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id