KALIMANTANLIVE.COM – Dalam ibadah haji 2022 ini terdapat sejumlah hal baru yang diberlakukan, mulai dari batas usia hingga aturan masuk Dua Masjid Suci.
Seperti diketahui Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka pelaksanaan ibadah haji 1443 Hijriah setelah terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.
Kerajaan membuka kuota haji 2022 sebanyak satu juta jemaah. Lebih rinci, 85 persen untuk jemaah haji asing, sementara 15 persen lain untuk jemaah haji lokal.
# Baca Juga :Jamaah Haji 2022 Dilarang Dekati Unta, Ada Apa? Terungkap Ini Penyebabnya
# Baca Juga :RINCIAN Jadwal Pemberangkatan Haji 2022, Kuota untuk Indonesia 100.051 Jemaah
# Baca Juga :Musim Haji 2022, Kepala Kemenag Kalsel HM Tambrin : Kalsel Dapat Kuota Haji 1.743 Orang
# Baca Juga :BREAKING NEWS Kemenag Rilis Daftar Kuota Haji 2022 Tiap Provinsi, Kalsel 1.743, Kalteng 736 dan Lainnya
Merujuk Manajer Direktur Manajer Comerel Travel and Tours Limited, Abubakr Siddeq Muhammad, pemerintah Arab Saudi mengambil langkah menarik dalam pelaksanaan Haji tahun ini.
Menurut Abubakr, semua aturan dan kegiatan lain berubah kecuali ritual khusus haji.
Perubahan tersebut demi memberi layanan yang lebih baik bagi para jemaah haji asing yang akan mulai perjalanan ke Ka’bah antara 7 dan 12 Juli.
Berikut aturan baru selama pelaksanaan haji 2022 dikutip Express.co:
1. Batas Usia
Ibadah haji hanya berlaku bagi individu yang berusia di bawah 65 tahun. Bahkan bagi jemaah yang sudah mendaftar dan terhitung berusia 65 tahun detik-detik jelang pelaksanaan haji, ia tak bisa melakukan ibadah ini.
2. Sertifikat Vaksin dan Tes PCR
Para jemaah juga harus menunjukkan hasil negatif tes PCR kurang dari 72 jam sebelum berangkat ke Saudi dan bukti telah vaksinasi yang sudah ditentukan.
Vaksin yang disetujui Saudi di antaranya Pfizer/BioNTech, Oxford/AstraZeneca, Johsonn&Johson, Moderna, Sinopharm, Sinovac, Covaxin, Sputnik V, Nivaxovid, Covavax.
Saudi juga tak lagi menerapkan karantina bagi jemaah haji asing yang sudah divaksin penuh.
Peziarah yang datang dengan visa kunjungan juga harus memiliki asuransi kesehatan menutupi biaya perawatan terkait Covid-19 selama di Saudi.








