KALIMANTANLIVE.COM – Boris Johnson telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris.
Johnson mengundurkan diri setelah dia ditinggalkan oleh para menteri dan anggota parlemen dari Partai Konservatif yang mengatakan dia tidak lagi layak untuk memerintah.
Setelah berhari-hari berjuang untuk pekerjaannya, Johnson telah ditinggalkan oleh semua kecuali segelintir sekutu setelah serangkaian skandal terbaru mematahkan kesediaan mereka untuk mendukungnya.
# Baca Juga :Anak Kiai Jombang Tersangka Cabul Dijebloskan ke Rutan Medaeng, Izin Pesantren Shiddiqiyyah Dicabut
# Baca Juga :JADWAL Malaysia Masters 2022, Gregoria Siap Tantang Juara Dunia Asal Jepang
# Baca Juga :NASIB Polisi Pembunuh George Floyd, Hukumannya Bertambah Lagi Lebih dari 20 Tahun
# Baca Juga :FAKTA-Fakta Dugaan Pencabulan Anak Kiai Jombang, dari Gugat Kapolda Jatim hingga Dijemput Paksa
Boris Johnson pun menjadi sorotan usai didesak mengundurkan diri. Namun, Ia menolak angkat kaki dari kursi kekuasaan meski desakan lengser kian kencang hingga lima menteri kabinetnya memutuskan mundur.
Undur diri ramai-ramai itu muncul setelah Johnson dan pemerintahannya didera rentetan skandal. Pemimpin Partai Konservatif itu bahkan nyaris tak lolos dari mosi tidak percaya yang dilangsungkan parlemen pada Juni lalu.
Sebanyak 10 menteri yang mengundurkan diri di antaranya Menteri Keuangan Rishi Sunak, Menteri Kesehatan Sajid Javid, Menteri Urusan Anak dan Keluarga Will Quince, Menteri Muda Transportasi Laura Trott dan Menteri Sekolah, Robin Walker.
Sebagian besar menterinya itu memutuskan mundur lantaran menganggap pemerintahan yang dipimpin Johnson sudah tak dapat dipercaya.
5 Menteri Inggris Mundur Lagi Hari Ini
Info terbaru, sebanyak lima menteri Inggris lainya di pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson ikut mengundurkan diri massal pada Kamis (7/7/2022). Salah satunya adalah Menteri Keamanan dan Urusan Perbatasan, Damian Hinds.
Hingga kini, total ada 10 menteri kabinet Johnson yang menyatakan mengundurkan diri.
“Kepada Perdana Menteri [Johnson], dengan rasa menyesal, saya harus mengundurkan diri dari pemerintahan,” demikian surat yang ditulis Hinds pada Kamis (7/7) dan diunggah di Twitter-nya.
Selain itu, Hinds mengatakan Johnson harus keluar dari pemerintahan untuk mengembalikan demokrasi di negara itu.










