kalimantanlive.com – Iduladha identik dengan makan daging, betapa tidak, setiap orang biasanya akan mendapatkan jatah daging kurban.
Daging memang enak untuk dibikin berbagai jenis masakan.
Tapi banyak mendapatkan jatah daging bukan berarti bisa bebas menyantap hidangan daging melampau batas.
Karena terlalu berlebihan makan daging pun tidaklah baik, akan banyak penyakit bermunculan, salah satunya adalah kolesterol.
Makan daging sapi ataupun kambing secukupnya memang dapat memberikan manfaat baik bagi tubuh.
Saat kolesterol naik, sebaiknya segera lakukan penanganan agar bisa terkontrol kembali.
Lantas bagaimana ya cara menurunkan kolesterol secara alami? Simak penjelasannya lewat artikel berikut ini!
Risiko Kolesterol Tinggi
Kenapa sih kolesterol yang tinggi harus dikontrol agar bisa kembali normal? Sebenarnya kolesterol merupakan senyawa mengandung lemak yang diperlukan oleh tubuh.
Tapi saat memiliki terlalu banyak zat lemak di dalam darah, ternyata justru nggak baik bagi tubuh.
BACA JUGA: Meski Kurang Populer, Tahukah Anda Betapa Banyak Manfaat Jantung Pisang untuk Kesehatan
Kolesterol yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, kolesterol jahat bisa memicu penyakit ginjal kronis, diabetes, lupus, serangan jantung, hingga stroke.
Bukan hanya itu, kadar kolesterol yang terlalu tinggi juga menyebabkan tekanan darah tinggi, irama jantung tidak teratur, sampai munculnya jerawat.
Makanan tinggi kolesterol seperti jeroan, telur, daging merah, kerang, dan masih banyak lagi.
Lantas bagaimana caranya untuk menurunkan kolesterol yang terlanjur tinggi?
Cara alami menurunkan kolesterol yang tinggi bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang sehat.
Makan menu yang bergizi memang dibutuhkan untuk memenuhi asupan asupan nutrisi sehari-hari.
Selain itu, cara ini juga dilakukan agar kadar kolesterol tetap seimbang.
Melansir dari National Health Service (NHS) UK, ada makanan yang diperbolehkan dan juga dilarang untuk dikonsumsi buat menurunkan kolesterol yang naik.
Makanan yang dianjurkan seperti ikan, nasi merah, roti, pasta, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, hingga sayuran.
Lalu jenis makanan yang dihindari ada sosis, daging berlemak, mentega, keju, krim, sampai makanan dengan olahan minyak kelapa ataupun sawit.
Jarang disadari, ternyata makanan dengan kandungan lemak trans juga dapat menyumbang kenaikan kolesterol dalam tubuh.
BACA JUGA: Lezatnya Perkedel Daging, Cara Membuatnya Pun Mudah
Mengutip dari Healthline, lemak trans adalah lemak tak jenuh yang telah dimodifikasi oleh proses yang disebut hidrogenasi.
Sayangnya, dibandingkan lemak lain, lemak ini diproses secara tak baik oleh tubuh.
Selain itu, sebuah studi tentang pola makan global mengungkap konsumsi lemak trans berlebihan menjadi penyebab yang cukup signifikan terkait kematian penyakit jantung koroner secara global.
Adapun makanan yang mengandung lemak trans bisa ditemukan dalam margarin, kue kering, popcorn, makanan yang dipanggang, hingga makanan cepat saji.
Adakah yang nggak suka konsumsi sayuran? Kebiasaan ini sebaiknya diubah mulai sekarang.
Ini karena ternyata sayuran bermanfaat baik bagi tubuh, salah satunya membantu dalam menurunkan kadar kolesterol.
Mengutip dari laman detikFood, seorang dokter bernama dr. Vito A Damay, SpJP (K), M.Kes, AIFO-K mengungkap sayur punya peran penting bagi tubuh.
Terutama dapat membantu buat mengurangi penyerapan kolesterol jahat di dalam saluran pencernaan.
Menambahkan sayuran dalam menu makan harian dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang terlanjur naik.
Bukan hanya memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, buat membantu turunkan kolesterol yang naik bisa dilakukan juga dengan rutin melakukan olahraga.
Tak hanya dapat membuat tubuh lebih sehat dan bugar, olahraga juga bisa meningkatkan kesehatan jantung.
Masih dikutip dari laman Healthline, rutin olahraga aerobik 150 menit seminggu dapat membantu turunkan kolesterol yang tinggi.
Sebuah studi juga mengungkap rutin berolahraga ringan, terutama bagi individu yang tak banyak bergerak, dapat menurunkan beberapa partikel Low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.
Editor: M Khaitami
Sumber: Beautynesia







