KALIMANTANLIVE.COM – Elena Rybakina, petenis berusia 23 tahun menjadi juara Wimbledon 2022 setelah menumbangkan unggulan ketiga asal Tunisia, Ons Jabeur, di partai final.
Kontroversi pun muncul setelah petenis putri Kazakhstan ini meraih gelar juara Wimbledon 2022, Sabtu (9/7/2022).
Saat di final, Elena Rybakina tampil impresif dan berhasil bangkit mengalahkan Ons Jabeur setelah kehilangan set pertama.
# Baca Juga :Robek Otot Perut, Nadal Terpaksa Mundur dari Wimbledon 2022, Kyrgios ke Final
# Baca Juga :WOW! Hadiah Wimbledon 2022 Capai Rekor Fantastis, Nilainya Rp 736 Miliar
# Baca Juga :Pecahkan Rekor 14 Kali Juara French Open, Rafael Nadal Dapat Acungan Jempol dari Andy Murray
# Baca Juga :HASIL Arsenal Vs Liverpool Piala Liga Inggris: Antiklimaks The Gunners hingga Tiket Final Milik The Reds
Skor akhir kemenangan Rybakina atas Ons Jabeur adalah 3-6, 6-2, dan 6-2.
Kunci kebangkitan Rybakina adalah servis dan pukulan forehand-nya.
Dua hal itu digunakan Rybakina untuk mematikan kombinasi pukulan spin dan slice yang menjadi kekuatan Ons Jabeur pada set pertama.
Hasil final Wimbledon 2022 membuat rekor 12 kemenangan beruntun Jabeur di lapangan rumput akhirnya terhenti.
Adapun Wimbledon 2022 menjadi gelar Grand Slam pertama untuk Rybakina yang kini masih berusia 23 tahun.
Rybakina menjadi petenis Kazakhstan pertama yang berhasil meraih gelar juara nomor tunggal Grand Slam.
Rybakina juga menjadi petenis putri di luar 20 besar ranking WTA pertama yang berhasil meraih gelar Grand Slam sejak Venus Williams pada 2007.
Ketika mengikuti Wimbledon 2022, Rybakina yang berstatus unggulan ke-17 masih menempati ranking 23 WTA.
Namun, kemenangan Rybakina atas Ons Jabeur menimbulkan kontroversi. Sebab, Rybakina sebenarnya merupakan petenis kelahiran Moskwa, Rusia.
Dikutip dari AFP, Rybakina memutuskan tidak lagi mewakili Rusia setelah Kazakhstan menawarkan dana untuk mendukung karier tenisnya sejak 2018.
Fakta itulah yang membuat kemenangan Rybakina atas Ons Jabeur menimbulkan kontroversi.
Elena Rybakina rises to the occasion ✨
In its centenary year, Centre Court crowns a new Ladies’ Singles champion#Wimbledon | #CentreCourt100 pic.twitter.com/Wabfr0GTdS
— Wimbledon (@Wimbledon) July 9, 2022
Sebab, Wimbledon beserta All England Club sebenarnya melarang petenis asal Rusia dan Belarusia bertanding sebagai konsekuensi dari invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berlangsung sejak akhir Februari 2022.









