KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah warga RT 007/RW 001 Kelurahan Campago Ipuah, Bukitinggi yang merupakan jamaah Musala Baitul Jannah kecewa berat pada Minggu (10/7/2022).
Pasalnya, hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah yang seharusnya melakukan pemotongan hewan kurban namun mendadak batal.
Hingga Minggu siang atau tepat hari Idul Adha 2022, sapi kuran yang telah dipesan tak kunjung diantar.
# Baca Juga :Buronan Polisi Jepang Mitsuhiro Taniguchi Ditangkap di Lampung, Tipu Dana Covid-19
# Baca Juga :DIAM-diam Punya 2 Suami, Perempuan di Cianjur Diusir Warga, Ini Tipu Muslihat Pelaku Poliandri Ini
# Baca Juga :VIRAL, Video Penumpang Diduga Tertipu Bus Saat Mudik, Dioper-oper, Padahal Beli Tiket Rp 450.000
# Baca Juga :Dugaan Tipu Daya Doni Salmanan Jerat Para Korban, Untung 80 Persen dari Kekalahan Anggota Quotex
Ketua Panitia Kurban Musala Baitul Jannah M.Zadri mengatakan, masih menunggu sapi itu hingga Minggu siang.
Zadri menyebut ada 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang sudah dipesan ke penyedia berinisial AD.
“Sudah kita hubungi tapi nomor HP-nya tidak aktif, sampai kini tak jelas keberadaannya,” kata Zadri.
Zadri mengatakan 5 sapi dan 1 kambing ini memiliki harga sebesar Rp100 juta lebih, hasil kurban dari 36 warga.
Pihaknya bahkan sudah menyiapkan sebanyak 350 kupon.
Zadri mengatakan, hewan kurban tersebut dipesan kepada penyedia sejak 3 minggu silam. Penyedia, kata Zadri, menyanggupi biaya kurban 1 peserta sebesar 2,8 juta rupiah.
Panitia kurban pun telah melakukan pelunasan biaya sejak 3 hari silam. “Tentu kita sangat kecewa,” ujarnya.
Hari itu, sapi kurban tersebut tak jua datang dan jamaah gagal menunaikan ibadah kurban.
Polisi Lakukan Pelacakan
Panita Kurban Musala Baitul Jannah, RT 007/RW 001, Kelurahan Campago Ipuah, Bukitinggi, akhirnya melapor ke polisi terkait gagalnya penyembelihan hewan kurban.
Wakil Ketua Musala Baitul Jannah, H.Zulfikri mengatakan, pihaknya melaporkan seorang pria inisial AD, penyedia jasa sapi kurban yang dianggap ingkar janji dan diduga menipu.
“Betul, kita melapor ke Polsek Bukittinggi hari ini (Senin),” ungkap Zulfikri.
Menurut dia, yang datang melapor adalah Ketua Panitia Kurban dan Bendahara, termasuk dia sebagai perwakilan dari Musala Baitul Jannah.
“Jadi kita pesan sapi kurban, namun tak kunjung datang. Kita lapor karena diduga ini penipuan dan yang bersangkutan juga tak bisa dihubungi serta keberadaannya tak jelas,” ungkap Zulfikri.










