BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorology Klimatologidan Geofisika atau BMKG memprediksi 17 wilayah di Indonesia dilanda cuaca ektrem hujan dan angin kencang.
Sementara untuk wilayah Kalimantan Selatan hujan mendominasi cuaca pada siang hari ini, Senin (11/7/2022).
Bahkan BMKG menulis dilaman resminya: “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang dan sore hari di wilayah Kabupaten Banjar, Tapin, dan Barito Kuala, dan sekitarnya”.
# Baca Juga :BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca di Kalsel dan 14 Wilayah: Hujan Lebat Disertai Angin
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG: Banjarmasin, Banjarbaru & 17 Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir
# Baca Juga :Siap-siap! Hujan Masih Intai Warga Kalsel, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Indonesia, Hari Ini
# Baca Juga :Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Kalsel! BMKG Rilis Prakiraan Cuaca di 33 Kota
Menurut BMKG, untuk siang dan sore hari, Hujan akan mengguyur hampir seluruh wilayah di Kalsel, hanya dua kabupaten yang diperkirakan berawan, yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Sementara kota/kabupaten lainnya diperkirakan hujan. 3 kabuaten di antaranya disebut berpotensi disertai petir dan angin kencang; Barito Kuala, Tapin, dan Banjar.
Pada malam hari, cuaca Kalsel didominasi berawan, hanya 4 kabupaten yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan, yakni Tanah Bumbu, Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanjung.
Suhu udara hari ini berkisar antara 24-32 derajat celcius, sementara kelembapan berada di rentang 60-95 persen.
Cuaca di 17 wilayah
Data terbaru dari BMKG, hari ini ada 17 wilayah yang akan mengalami cuaca ekstrem.
Bagi masyarakat yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem agar lebih berhati-hati.
Selain cuaca ekstrem, gelombang tinggi juga terjadi di beberapa perairan Indonesia.
Tak hanya peringatan dini cuaca ekstrem, BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk beberapa perairan di Indonesia.
Menurut BMKG, bibit Siklon Tropis 99W terpantau berada di Laut Cina Selatan yang menginduksi terbentuknya Low Level Jet (angin permukaan > 25 knot) di Samudera Hindia sebelah utara Aceh dan di Laut Cina Selatan.
Kemudian, Pusat Tekanan Rendah (low) terpantau di Samudera Pasifik Timur Filipina dengan tekanan 1008 mb yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di sekitar samudera Pasifik Timur Filipina.
Daerah konvergensi lainnya terpantau di Samudera Hindia Barat Aceh, di Aceh, di Riau, pesisir barat Bengkulu, di perairan selatan Jawa Timur hingga barat daya Lampung, di Bali, di Kalimantan Selatan, di Kalimantan Utara, dari Laut Banda hingga Teluk Tomini, di Sulawesi Utara, di Maluku, dari Papua hingga Papua Barat, dan di Laut Arafuru.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon, low, dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.







