BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pedagang ketupat di Sungai Baru Banjarmasin mengeluhkan omzet penjualan ketupat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah mengalami penurunan di banding Hari Raya Kurban tahun lalu.
“Omzet penjualan mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen di banding Hari Raya Idul Adha tahun lalu,” kata Mardiana, penjual ketupat di Jalan Simpang Sungai Baru Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Selasa (12/7/2022).
Biasanya di Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, tutur dia, membawa dampak bagus bagi pedagang di Kampung Ketupat Sungai Baru, namun kali ini justru sebaliknya.
BACA JUGA:
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor Serahkan Sapi Kurban Presiden ke Masjid Al-Karomah
BACA JUGA:
DPRD Kalsel Potong Tiga Hewan Kurban, Ketua H Supian HK : Semoga Tahun Depan Tambah Banyak
Akibat menurunkan omzet penjualan, lanjut Mardiana, pendapatan para pedagang ketupat juga mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Para pedagang di Kampung Ketupat yang berada di tepian Sungai Martapura Banjarmasin itu juga terpaksa mengurangi produksi.
“Biasanya kita produksi sekitar ribuan ketupat, tergantung keadaan. Itupun sudah termasuk sama langganan yang biasa mengambil kepada kami, seperti orang yang jualan, atau untuk dijual lagi,” ujarnya.
Mardiana mengaku, harga ketupat memang ada kenaikan pada Hari Raya Idul Adha karena menyesuikan situasi dan keadaan hari besar.
Namun, dirinya tidak tahu apakah karena adanya faktor kenaikan harga itu menyebabkan minat orang membeli ketupat berkurang.
“Selama hari raya harga ketupat dijual menjadi Rp 5 ribu per buah, soalnya hari besar dan ini peluang bagi pedagang. Untuk hari biasa harga hanya berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu buah,” jelasnya.
Pasca-Hari Raya Kurban, kata Mardiana, pedagang Kampung Ketupat Sungai Baru kembali menurunkan produksi dan menjual ketupat dengan harga normal sesuai standar.
“Mulai hari ini harga sudah mulai kita menormalkan, produksi sudah mulai kita kurangi juga, ya sekitar 200-an saja per hari,” katanya.







