Penutup Lubang Pecah, Penggunakan Jalan Keluhkan Kondisi Jalan Kayu Tangi Banjarmasin

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Warga yang melintas di Jalan Brigjen Hasan Basri Kayutangi, tepatnya di depan Komplek Kejaksaan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengeluhkan rusaknya manhole cover atau penutup lubang jalan di kawasan itu.

Seperti diketahui lubang yang dibangun di badan jalan memiliki peranan sebagai akses masuk saat melakukan kontrol, perawatan dan pembersihan saluran utama atau gorong-gorong.

Namu, menurut pantauan kalimantanlive.com, di Kayutangi ini manhole cover dibiarkan pecah, sehingga menimbulkan lubang menganga yang bisa membahayakan penggun jalan, terlebih di malam hari.

# Baca Juga :Geger, Seorang Warga Ceburkan Diri dari Jembatan Antasari Banjarmasin, Begini Kondisinya

# Baca Juga :Atasi Masalah Permukiman, Pemko Banjarmasin Rencanakan Pembangunan Rusunawa di Pelambuan

# Baca Juga :Waspadai Ancaman Bencana, BPBD Banjarmasin Kerahkan Personel TRC Patroli di Kawasan Langganan Banjir Rob

# Baca Juga :Warga Anamas Banjarmasin Ditemukan Meninggal di Sungai, Ini Bahayanya Epilepsi?

Di bagian yang manhole cover berlubang itu terpasang plang bertuliskan “Hati-Hati Apa Pekerjaan Galian Pemasangan Pipa PDAM”.

Melihat kondisi itu, jelas membuat akses Jalan Kayutangi menjadi sempit, bahkan bunyi bising sering warga setempat.

Seperti diketahui Jalan Kayutangi itu sendirinya merupakan akses jalan utama penghubung Kota Banjarmasin dengan Provinsi Kalimantan Tengah.

Seorang warga bernama Roni.(kalimantanlive.com/ilham)

Roni (38), seorang warga sekaligus pekerja las ban vulkanisir di wilayah setempat itu mengaku, resah dengan kondisi jalan yang dibiarkan begitu saja.

“Rasanya sekitar 1 Minggu belakangan ini aku lihat. Hari Senin kemarin juga ada tinjauan, tapi kurang tahu dari mana. Sampai ini belum ada upaya apapun dari mereka, harusnya setelah survei langsung diperbaiki, kesian pengguna jalan,” ujar Roni kepada Kalimantanlive.com, Kamis (14/07/2022).

Sebelumnya, kata Roni, kondisi jalan juga dibiarkan begitu saja. Demikian begitu disekitar titik lubang ada plang himbauan terpasang dengan tulisan pengerjaan pipa galian PDAM.

“Itu bukan galian PDAM, tapi itu inisiatif warga menaruh plang itu. Selain memberikan pertanda, tapi antisipasi dari warga karena di bawahnya juga ada pipa besar PDAM,” jelasnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Serta (68) seorang warga setempat, bahwa kondisi jalan itu kata dia sudah terbilang lama dibiarkan begitu saja. Bahkan tak ada tindak lanjut apapun dari pihak terkait.

“Sekitar hampir 1 bulan rasanya. Kalau setahuku belum ada korban pang, cuma kalau orang hampir jatuh ada. Akibat itu kondisi jalan juga jadi sempit, apalagi orang yang mau keluar dari komplek kejaksaan harus memutar setir jauh arah,” ungkapnnya.