Sutrisno sempat melepaskan kaos anaknya yang sudah terbakar. Dia langsung melarikan anaknya ke puskesmas terdekat.
Pihak puskesmas kemudian merujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lengkap.
Dia berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Sutrisno meminta doa untuk kesembuhan anaknya.
“Pemilik jajanan ke sini terus meminta maaf, saya ingin diselesaikan secara kekeluargaan. Yang penting anak saya sembuh,” kata Sutrisno.
Usai kejadian itu, dia mengimbau kepada para orang tua agar lebih berhati-hati lagi saat membelikan jajanan untuk anaknya, terlebih jika jajanan itu bisa mencederai pembeli.
“Minta doa untuk kesembuhan anak saya. Saya juga imbau kepada teman-teman semua kalau anaknya minta jajan agar lebih berhati-hati, berisiko ke anak. Karena kemarin menimpa anak saya,” kata Sutrisno.
Luka Bakar 30 Persen
Rumah Sakit Umum Muslimat yang menangani korban ledakan makanan es smoke atau es kebul berbahan nitrogen menyebut korban mengalami luka bakar 30 persen.
“Saat datang pasien mengeluhkan luka bakar disebagian wajah pipi kanan kiri, mulut, leher dan bagian dada dan lengan kiri sama 2 jari kanan,” kata Kabid Pelayanan Medis RS Muslimat Ponorogo, Siti Nurrokhmah, Rabu (13/7/2022).
Siti menjelaskan jika diagnosa RS sakit saat ini adalah kombosio grade 2, 30 persen. Korban saat ini juga telah didiagnosa oleh dokter bedah untuk mengetahui tindak lanjut dari penanganan pasca terkena luka bakar dari jajanan yang dimakan korban.
“Tindakan selanjutnya apakah operasi atau tidak menunggu dari dokter spesialis bedah,” jelas Siti.
Ia menerangkan kondisi kroban saat ini juga lebih baik dibandingkan dengan saat baru datang ke RS, dimana saat ini korban sudah bisa mulai untuk makan dan minum.
Terlebih kondisi bibir korban yang terkena semburan apin juga sedikit menyulitkan dalam asupan makanannya. “Penanganan saat ini pemberian salep, pemberian anti nyeri antibiotik, untuk mencegah infeksi,” terang Siti.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia










