BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Jalan Antasan Kecil Barat, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengeluhkan bau tak sedap dari jeroan sapi busuk yang dibuang dan tersangkut di Sungai Kuin dekat rumah mereka.
Warga mengaku merasa terganggu dengan bau tak sedap dari limbah tersebut, mereka pun melaporkan limbah jeroan sapi tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.
# Baca Juga :Proyek Jembatan Sulawesi Banjarmasin Berlanjut, Dedy: Rampung Akhir Tahun 2022
# Baca Juga :Warga Pekauman Geger, Temukan Bocah Perempuan Mengapung di Sungai Martapura Banjarmasin
# Baca Juga :Jamaah Masjid Raya Banjarmasin Antusias Ingin Melihat Rhoma Irama Usai Salat Jumat
# Baca Juga :Rhoma Irama Datang, Pedagang di Masjid Raya Sabilal Banjarmasin Berharap Bawa Berkah dan Rezeki
Lurah Pasar Lama, Yandi Gunawan bersama petugas kebersihan mendatangi dan membersihkan jeroan hewan yang diduga dari hewan kurban pada hari raya Idul Adha lalu.
Petugas kebersihan segera mengangkat jeroan agar tidak menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan.
“Ada dua, satu di depan Arabian food yang kedua di samping Caffe Opunk, jangan membuang sampah ke sungai, sungai kan ini mengalir kemana-mana itu bisa sana bukan warga kami yang membuang bisa saja warga lain kebetulan tembusnya ketemunya di sini,” ujar Yandi Gunawan dikutip dari KompasTV, Jumat (15/7/2022).
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina sudah mengingatkan kepada panitia kurban Idul Adha 1443 H agar tidak membuang jeroan hewan kurban ke sungai.
“Terkait limbah, baik itu darah, jeroan dan lain sebagainya, kalau bisa dikubur, jangan dibuang ke sungai,” ujar Wali Kota Ibnu sina dilansir dari Tribunnews, Sabtu (9/7/2022).
Ibnu melarang jeroan dibuang ke sungai karena perlu berbulan-bulan untuk isi perut hewan tersebut berurai dan bisa mencemari sungai-sungai yang ada di Banjarmasin.
Namun faktanya, dari tahun-tahun sebelumnya, masih ada warga yang membuang jeroan hewan kurban ke sungai.
“Tahun kemarin, kami lihat masih ada yang buang di sungai. Semoga tidak terjadi lagi dan kami harap kali ini diawasi betul,” katanya.
Panitia kurban masjid dan mushala juga diminta untuk berkoordinasi dengan DLH Banjarmasin, sehingga mengetahui bagaimana prosedur pembuangan limbah hewan yang benar.
“Kami imbau untuk berkoordinasi dengan DLH Banjarmasin, supaya ada prosedur ketika proses penyembelihan hewan kurban khususnya terkait dengan limbahnya,” pintanya.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/kompas.com










