Kisah Pilu Suami Tak Bisa Meraih Istri saat Mobil Travel Tenggelam di Sungai Pugaan Tabalong

TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Nahas menimpa sekeluarga asal Puruk Cahu, Kalimantan Tengah saat tragedi mobil travel tercebur ke sungai di Desa Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Jumat (15/7/2022) dini hari.

Seorang perempuan bernama Indah Purnama (25) meregang nyawa setelah tak bisa keluar dari mobil travel yang terseret arus sungai saat terjadi kecelakaan maut tersebut.

Sementara anaknya yang masih bayi berhasil diselamatkan oleh penumpang yang tak lain adalah suami korban.

# Baca Juga :KRONOLOGI Mobil Travel Terjun ke Sungai Pugaan Tabalong, Bayi Selamat Namun Sang Ibu Hilang

# Baca Juga :Kecelakaan Maut di Kota Banjarbaru, Motor vs Mobil Seorang Kakek Tewas

# Baca Juga :Kecelakaan Beruntun Libatkan 17 Kendaraan di Tol Cipularang, Polisi Ungkap Penyebabnya

# Baca Juga :Pejabat di Pemkab Tanahbumbu Tewas akibat Kecelakaan Maut di Batulicin

Mobil travel Aanza yang ditumpangi Indah beserta suami dan anaknya tiba-tiba tercebur ke sungai saat melintasi Jalan Ahmad Yani, Desa Pugaan pada Jumat (15/7) dini hari.

Di sela proses evakuasi, sang suami Doni Septiadi (29) menceritakan kepanikannya saat mobil yang ditumpangi tenggelam.

Bermula ketika Doni bersama Reyhandra Ahza Pratama, putranya yang masih berusia 4,5 bulan serta istrinya Indah berangkat dari Puruk Cahu menuju Banjarmasin pada Kamis (14/7/2022) pukul 17.00 WIB.

Keberangkatan mereka bersama tiga penumpang lain yang masih satu kampung menumpangi mobil sewaan.

Mobil tersebut, dikemudikan oleh Ikwanul Ramadan (24), warga Sei Andai, Banjarmasin.

“Setelah berangkat dan sampai di Muara Teweh sopir tampak mengantuk. Sehingga sempat saya gantikan menyetir dari Muara Teweh hingga lewat Patas,” beber Doni seperti dikutip di apahabar.com, Jumat (14/7/2022) sore.

Selesai melewati Patas, sopir kemudian meminta kembali agar dia yang menyetir.

Pendek cerita, sebelum sampai di tempat kejadian, sopir memberhentikan mobilnya di Masjid Pasar Panas guna memberi kesempatan penumpang buang air kecil.

“Setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan, saya bersama penumpang lainnya tertidur hingga terbangun saat kecelakaan itu terjadi,” beber Doni.

“Saat mobil kecelakaan saya terbangun, namun kita sudah nyebur ke sawah. Sekitar 30 meter terbawa arus baru sadar kalau ini di sungai,” sambungnya.

Saat itu kata Doni, si anak terpental dari gendongan istrinya ke bawah pijakan kakinya. Sedang istrinya terlempar ke kiri dan dirinya sendiri terlempar ke depan.

Setelah sadar berada di sungai barulah Doni bersama penumpang lain berupaya menyelamatkan diri keluar dari kaca jok tengah sebelah kanan sopir.

“Karena hanya itu yang terbuka, sementara pintu sudah tidak bisa dibuka lagi,” akunya.

Dalam benaknya, pertama yang harus ia selamatkan adalah si anak. Setelah bisa dikeluarkan dan diserahkan ke penumpang lain, barulah ia akan menyelamatkan istrinya.

Namun semuanya tak berjalan sesuai rencana. Nahas selesai mengeluarkan si anak, Indah sudah terkulai lemas. Hendak diselamatkan, air lebih dulu masuk memenuhi seisi kabin.

“Saya tak bisa menyelamatkannya lagi,” kata Doni dengan nada sedih.

Jasad istrinya Indah akhirnya ditemukan setelah belasan jam lamanya proses pencarian mobil di Sungai Pugaan atau sekitar pukul 16.30 Wita.

Sebelum kejadian nahas tersebut, Donny mempunyai firasat atas kematian istrinya itu. Firasat yang baru disadarinya setelah kejadian ini.

“Sebelum berangkat ke Banjarmasin, istri saya pengen berangkat cepat-cepat, padahal waktu keberangkatan pukul 17.00 WIB. Ternyata itu pertanda kalau dia pergi untuk selama-lamanya,” pungkas Doni.

Avanza Maut Dipindahkan ke Polres Tabalong

Pascakejadian, mobil Toyota Avanza yang tercebur di Sungai Tabalong di Jalan A Yani, Desa Pugaan RT 03, Pugaan, telah dipindahkan dari tempat kejadian perkara (TKP) ke Polres Tabalong.

Pemindahan barang bukti kecelakaan tunggal itu dilakukan pada Jumat (16/7) sore.

“Untuk barang bukti mobil Toyota Avanza langsung ditarik dari TKP ke Polsek Pugaan dengan dum truk untuk dititipkan sore kemarin, setelah seluruh proses evakuasi selesai,” kata Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin, melalui Kapolsek Pugaan, Ipda Heri Siswoyo, dikonfirmasi, Sabtu (16/7).

Setelah diinapkan satu malam di Mapolsek Pugaan, kemudian mobil tersebut dipindahkan ke Mapolres Tabalong.

“Mobil Avanza tersebut sudah dipindahkan ke Polres Tabalong sekitar pukul 09.00 Wita pagi tadi. Pemindahan atas permintaan Kanit Laka Satlantas Polres Tabalong kepada anggota jaga Polsek Pugaan,” jelas Ipda Heri.

“Untuk kondisi mobil, ban dan velgnya rusak,” sambungnya.

Sebelumnya, pada kecelakaan tersebut merenggut satu korban jiwa atas nama Indah Purnama Sari (25), warga Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan identitas KTP yang beredar di grup percakapan WhatsApp, korban berprofesi sebagai pegawai honorer di Setda Murung Raya.

Dari data terhimpun, mobil travel Toyota Avanza nomor polisi DA 1428 MD dikemudikan Ikhwanul Ramadan (24), warga Sei Andai, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Sementara para penumpang lain merupakan keluarga dan satu kampung dari korban Indah, yaitu suaminya Doni Septiadi (29) dan anaknya yang baru berusia 4,5 bulan, Reyhandra Ahza Pratama.

Tiga penumpang lain bernama Asmudi (40), Abdi Hariyanor (42) dan Matnordin (24), ketiganya juga warga Puruk Cahu.

editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/apahabar.com