BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pasar Bawang yang terletak di kawasan Pasar Lima Kota Banjarmasin i menjadi keseharian sejumlah ibu rumah tangga menghabiskan waktu untuk bekerja.
Sambil duduk beralaskan terpal di lantai emperan los toko, mereka asyik menguliti satu persatu puluhan kilogram bawang merah maupun bawang hingga sore.
Dari kesehariannya sebagai pengupas bawang itu, ibu-ibu itu mendapat upah harian.
Bekerja dari pukul 09.00 Wita dan selesai pukul 17.00 Wita setiap hari, mereka menghabiskan waktu demi mendapatkan penghasilan tambahan.
BACA JUGA:
Disperindag Balangan Mendadak Datang ke Pasar Batumandi, Teryata Ini Tujuannya
BACA JUGA:
Mendag Zulkifli Hasan Berjanji Minyak Goreng Rp14 Ribu Minimarket Seminggu Kedepan
Seperti yang dirasakan oleh Hikmah (45), sosok ibu rumah tangga yang menghabiskan waktu kesehariannya sebagai penyiang bawang di lingkungan pasar tersebut.
“Sudah hampir 20 tahunan seperti ini. Ya bantu buat tambahan pemasukan suami, nambah-nambah uang untuk belanja rumah,” ungkap Hikmah, Ibu dua anak kepada Kalimantanlive.com, Minggu (17/07/2022).

Warga Kelayan Banjarmasin itu mengaku, dalam 1 hari kerja sebagai penyiang bawang. Ia mampu mengupas bawang sebanyak 2 karung seharinya.
“Seharinya 2 karunglah, di sini hitungnya perkilo. Bisa bawa pulang uang Rp 30 hingga Rp 50 ribu,” ujarnya.
Bawang yang mereka kupas itu merupakan bawang yang didatangkan dari Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Meski begitu, Hikmah merasa bersyukur atas pekerjaan yang ada. Walaupun kadang kenaikan bawang yang tak menentu juga memberikan dampak bagi dia dan penyiang lainnya.
“Ya bersyukur dapat gawian biar dikit yang penting berkah,” tutupnya.







