Banjarmasin, Banjarbaru Hujan, BMKG Prediksi 18 Wilayah di Indonesia Hujan dan Angin

KALIMANTANLIVE.COM – Simak peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hari ini, Senin (18/7/2022).

Tak jarang, sederet wilayah Indonesia akan memiliki potensi cuaca berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Di Kalimantan Selatan, BMKG menyebut sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan petir dan angin kencang.

BMKG menulis di halaman depannya: “Waspada potensi hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang dan sore hari”.

# Baca Juga :7 Wilayah Kalsel Berpotensi Diterpa Hujan, Petir & Angin, BMKG: Cuaca Ekstrem di 24 Provinsi

# Baca Juga :Waspada Hujan Petir di Kalsel! BMKG: 24 Wilayah Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

# Baca Juga :Waspada Warga Kalsel! Hujan Disertai Kilat Mengancam, Ini Peringatan Dini BMKG Selasa 12 Juli 2022

# Baca Juga :Kalsel Diprediksi Hujan Siang & Berawan Malam, BMKG 17 wilayah Alami Cuaca Ekstrem, Hari Ini

Menurut BMKG, sejumlah wilayah yang diprediksi hujan pada siang dan sore hari seperti Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin, Baritokuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanahbumbu, Kotabaru dan sekitarnya.

Sementara pada pagi hari, cuaca justru cerah di seluruh wilayah Kalsel. Hujan diprediksi baru mengguyur pada siang hari.

Sebagian besar cuaca di kabupaten/kota turun hujan disertai petir, kecuali di Amuntai, Paringin, Pelaihari, dan Tanjung.

Pada malam hari, hujan masih akan mengguyur wilayah Kalsel. Hanya saja intensitasnya ringan.

Suhu udara Kamis besok diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat celsius.

BMKG: 18 Wilayah Berpotensi Hujan Angin

Dikutip dari BMKG, Senin (18/7/2022) berikut ini rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

Sirkulasi siklonik terpantau di utara Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) di perairan sebelah utara Papua Barat, di Papua Barat, di Teluk Cendrawasih, dan di Papua.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di Aceh, dari Laut Jawa bagian barat hingga Kep. Bangka-Belitung, di Laut Jawa bagian timur, di Sulawesi bagian tengah, dari perairan Maluku hingga perairan Sulawesi, di perairan sebelah selatan Jawa Tengah hingga Jawa Barat, di pesisir barat Kalimantan Barat, di Maluku, dan di Papua bagian Selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan tinggi gelombang di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Kemudian, Intrusi Udara Kering dari Belahan Bumi Selatan (BBS) melintasi wilayah NTT bagian timur, Laut Banda, Maluku bagian selatan, dan Laut Arafuru yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab yaitu di Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.