Diduga Bangkai Kapal China Pembawa Harta Karun Ditemukan di Pantai Lombok Timur

Ia pun meyakini masih banyak benda peninggalan dalam kapal tertimbun pasir, karena lokasinya merupakan bangsal atau pelabuhan perdagangan era kolonial.

“Areal temuan itu masuk kawasan penambangan pasir besi, saat ini menjadi kolam pengerukan. Namun karena tanggul atau pembatasnya jebol dihantam ombak, sehingga airnya surut itulah yang memunculkan kayu berbentuk moncong kapal laut,” tutur Asri.

Senada yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Satriawan. Ia mengaku pernah diceritakan oleh almarhum neneknya bahwa ada beberapa kapal tenggelam di lokasi tersebut ratusan tahun lalu.

“Almarhum nenek saya pernah menceritakan kami soal kapal laut yang tenggelam di sana, nenek saya pun dapat cerita dari neneknya. Meski demikian, kami tidak berani memastikan kebenaran ceritanya,” ujar Satriawan.

Satriawan mengatakan berdasarkan peta Belanda tahun 1857-1879, lokasi penemuan itu menjadi sentral pedagang dan militer. Terbukti dengan adanya bekas nama bangsal Poh Gading.

Oleh karena itu, kata Satriawan, pihaknya berjaga di sekitar temuan tersebut agar tak diambil masyarakat.

“Rongsokan kapal itu kita mau angkat dan dijadikan sebagai cagar budaya, ” kata Satriawan.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia