Kakek Pencuri Kelopak Mata dan Kulit Alis Jenazah di HST, Ternyata Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit

KALIMANTANLIVE.COM – Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan membuka fakta baru mengenai kakek Sayuti atau S (65) ternyata mencuri kelopak mata dan kulit alis jenazah.

Ternyata Sayuti menggunakan kelopak mata dan kulit alis jenazah bukan saja untuk ilmu kebal, tapi juga untuk pengobatan penyakit tertentu.

Bahkan kakek yang tinggal di Desa Benawa Tengah Kecamatan Barabai, HST ini sering didatangi pasien untuk berobat dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

# Baca Juga :SADIS Seorang Kakek di HST Curi 88 Kelopak Mata Jenazah, Polisi Sebut Supaya Tubuh Kebal

# Baca Juga :Pasien dari Kecamatan Panyipatan Meninggal, Covid-19 di Tanahlaut Kembali Makan Korban

# Baca Juga :CEK Kiblat! Hari Ini Fenomena Matahari di Atas Kabah, Sejumlah Wilayah di Indonesia yang Terdampak

# Baca Juga :Mengaku Dewa Matahari, Pria di Banten Ini Dicap Sesat, MUI: Segera Bertaubat!

Kepala Seksi Humas Polres HST, AKP Soebagio mengatakan, selain syarat untuk memeroleh ilmu kebal, Sayuti berdalih mencuri kelopak mata dan kulit alis jenazah untuk pengobatan.

Pengakuan kakek tersebut, ada masyarakat yang datang berobat, pengobatan dilakukan dengan membakar kelopak mata atau kulit alis jenazah hiingga menjadi abu, lalu diberikan ke orang yang datang berobat.

“Kulit tersebut dijadikan untuk pengobatan. Setelah dibakar diserahkan kepada pasien yang datang untuk disimpan dalam rumahnya,” ungkap AKP Soebagyo dikutip dari Kompas.com, Minggu (17/7/2022) malam.

Pengakuan pelaku, masyarakat yang datang ke Sayuti bukan berasal dari daerah HST, melainkan dari luar kabupaten tersebut.

Namun, belum jelas berapa banyak orang yang datang untuk berobat ke Sayuti, hal ini karena pelaku masih tertutup saat dimintai keterangan.

“Masih belum terendus jelas siapa saja pasiennya baik yang dekat maupun yang jauh,” jelasnya.

Selain itu, saat menjalankan aksi mencuri kelopak mata dan kulit alis jenazah, polisi memastikan Sayuti tidak menggali kuburan, melainkan dengan mendatangi rumah warga yang sedang berduka.

Sayuti menunggu hingga keluarga korban lengah, kemudian segera menyayat kelopak mata dan kulit alis jenazah.

“Pelaku tidak menggali makam, spesialisnya begitu ada melihat bendera kematian di salah satu rumah warga dia datang pura-pura melayat,” pungkasnya.