Sulle Main Peluk Pacar Orang, Duel Berdarah di Parkiran Diskotik Grand Banjarmasin Pun Pecah

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Perkelahian disebabkan perempuan sering terjadi, seperti yang terjadi di parkiran Grand Diskotik, Jalan Pangeran Antasari, Kelayan Luar, Banjarmasin Timur, Sabtu (16/7/2022) dini hari.

Duel berdarah itu melibatkan pelaku bernama Heri alias Pentet (29) warga Kelayan B, Gang Pembangunan RT 7 RW 1, Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin.

Sementara musuhnya adalah Sulle (29) seorang pendatang dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

# Baca Juga :Perkelahian Anggota TNI dan Polri Tak Boleh Terjadi Lagi, Danrem Brigjen Yudianto Putrajaya Sebut Haram

# Baca Juga :Sakit Hati Jadi Motif Duel Tetangga yang Berujung Maut, Begini Kronologi Perkelahian Versi Polsek Banjarmasin Utara

# Baca Juga :Suami di Tanahbumbu Pukul Kepala Istri Pakai Kayu Ulin, Begini Kondisinya

# Baca Juga :FAKTA Pengeroyokan Anak Pejabat Bank Jatim, Terjadi di Yogyakarta hingga 2 Oknum Polisi Terlibat

Sulle sendiri menurut polisi berprofesi sebagai pelaut.

“Keduanya tidak saling mengenal,” kata Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Dodi Harianto, melalui Kanit Reskrim, Iptu IGN Utama, , Minggu (17/7/2022), seperti dikutip di apahabar.com.

Berawal saat Pentet bersama teman wanitanya, MR berniat pulang dari Diskotik Grand.

Sampai di parkiran, Pentet dan MR bertemu korban Sulle yang ketika itu juga bersama teman-temannya.

Tak disangka, saat itu korban mendekati MR dan langsung memeluknya. Melihat aksi nekat Sulle, Pentet cemburu dan marah.

“Kenapa kamu peluk-peluk,” ujar Pentet kepada Sulle.

Lantas dijawab oleh Sulle seenaknya. “Emang kenapa kalau saya peluk dia.”

Namun tiba-tiba Sulle emosi dan langsung memukul Pentet sebanyak 3 kali di pipi serta punggung.

Pentet lalu jatuh dan tertelentang di tanah. Mendapat serangan itu, Pentet tak mau menyerah dan secepat kilat mengeluarkan senjata tajam jenis belati.

Pelaku kemudian berdiri, dengan posisi saling berhadapan, Pentet lalu melesakkan belatinya ke dada bawah sebelah kiri korban.

Beruntung duel berdarah bisa dilerai dan nyawa Sulle bisa diselamatkan.

Setelah itu, Pentet dan MR langsung pulang ke rumah untuk menyembunyikan barang bukti belati.

Sementara korban Sulle dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.

“Korban harus dioperasi dan saat ini masih dirawat di rumah sakit,” kata IGN Utama.

Pelaku sendiri saat ini sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. “Kita amankan tak berselang lama usai kejadian,” kata IGN Utama.

Atas perbuatannya, pelaku, kata IGN Utama, dijerat hukuman berdasar Pasal 351 ayat (2) sub Pasal 351 ayat (1) KUHP.

editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com