KALIMANTANLIVE.COM – Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi Senin (18/7/2022) kemarin mengakibatkan Kapal Motor (KM) Cahaya Arafah dengan rute Ternate – Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara tenggelam di perairan Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat.
KM Cahaya Arafah ini dikabarkan tenggelam, pada pukul 18.00 WIT setelah bertolak dari Ternate pada Senin pagi.
Tenggelamnya KM Arafah ini dibenarkan Kepala Desa Tokaka Kecamatan Gane Barat Jufri Ajid saat dikonfirmasi.
# Baca Juga :Kepala Terlihat Dekat Kapal LCT, Remaja Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda Akhirnya Ditemukan
# Baca Juga :MENGERIKAN! Puluhan Kapal Hantu Jepang yang Tenggelam Perang Dunia II Mendadak Terangkat ke Permukaan
# Baca Juga :Kapal Selam KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, KSAL: Sempat Kirim Sinyal Tempur
# Baca Juga :6-8 Mei 2022 Diperkirakan Puncak Arus Balik Penumpang Kapal Laut ke Banjarmasin
Menurut Jufri, kapal tersebut tenggelam di sekitar perairan Desa Tokaka. “Iya, betul, tadi sekitar dekat malam, sekitar jam 7 (pukul 19.00 WIT) begitu,” katanya.
Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan, Kapal KM Cahaya Arafah membawa 66 orang penumpang saat tenggelam di perairan Tokaka.
“KM Cahaya Arafah berangkat dari Pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 08.30 Wit sebelum adanya surat penundaan aktivitas pelayaran yang dikeluarkan KSOP dan pukul 18.12 WIT diinformasikan tenggelam di perairan Tokaka Pulau Halmahera Selatan akibat dihantam gelombang laut,” kata Kepala KSOP Pelabuhan Kelas II Ternate, Agustinus di Ternate, Selasa (19/7/2022).
Dia menyebut, sesuai manifest penumpang dan ABK yang diangkut sebanyak 66 orang dengan barang yang diangkut seberat 21 ton.
Kondisi cuaca saat keberangkatan dari Ternate ke tempat tujuan sangat cerah dan tidak bergelombang.
Kapal bertolak dari Ternate ke Halmahera Selatan pada pukul 08.30 WIT dan tenggelam sekitar pukul 18.12 WIT di perairan Desa Samo menuju Tokaka.
Informasi yang diperoleh, tenggelamnya kapal tersebut akibat cuaca karena dihantam gelombang laut. Saat ini tengah dilakukan konfirmasi dengan UPP Babang dan Wilker Saketa terkait dengan penumpang yang berhasil diselamatkan atau yang dinyatakan hilang.
Bahkan, hingga kini, KSOP masih melakukan pendataan dan berharap doa seluruh masyarakat, agar seluruh penumpang bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
Pihaknya juga terus update data terkait dengan proses penyelamatan penumpang dan ABK KM Cahaya Bahari yang saat ini dilakukan oleh tim KSOP, Basarnas bersama masyarakat setempat.
Agustinus menyatakan, sebelum bertolak dari Ternate ke Halmahera Selatan dalam kondisi layak berlayar dan saat tenggelam sekitar 100 meter dari bibir pantai di perairan Desa Samo menuju Desa Tokaka.
Dalam informasi kapal karam dan penumpang sudah sekitar 60-an dalam kondisi selamat dan sesuai manifest yang ditandatangani oleh nakhoda kapal.









