JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Markas Besar TNI Angkatan Udara menaikkan pangkat pilot pesawat T-50i Golden Eagle Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi.
Lettu Pnb Allah dinaikkan pangkatkan menjadi kapten. Kini Lettu PnB Allan telah dimakankan di Taman Bahagia Jatisari, Bekasi, Jawa Barat dengan prosesi militer, pada Selasa (19/7/2022) kemarin.
Terkait kematian Lettu PnB Allan, sejumlah warganet ramai menanyakan soal kursi pelontar di pesawat tempur latih T-50i Golden Eagle milik TNI AU.
# Baca Juga :KRONOLOGI Pesawat Tempur TNI AU Jatuh di Blora: Pilot Tewas, Evakuasi Hingga Dini Hari
# Baca Juga :Syarat Naik Pesawat Wajib Vaksin Booster, Berlaku Mulai 17 Juli 2022
# Baca Juga :Bermasalah Usai Terbang 15 Menit, Pesawat Lion Air Surabaya Tujuan Jakarta Mendarat Lagi
# Baca Juga :Militer Taiwan Marah dan Kerahkan Jet Tempur Usir 29 Pesawat China yang Wilayah Mereka
Seperti diketahui, pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU jatuh di desa Nginggil, Kradenan Blora Jawa Tengah, Senin (18/7/2022) malam.
Pilot jet tempur tersebut, Lettu Pnb Allan, gugur dalam insiden itu.
Akun Twitter ini bertanya, apakah pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU tidak dibekali kursi pelontar.
“Mohon tanya apakah di pesawat jenis ini tidak ada kursi pelontar nya?, tks,” tulisnya, dalam kolom komentar pada twit TNI AU.
Masih dari kolom komentar twit TNI AU, warganet ini menduga bahwa kursi pelontar pesawat T-50i Golden Eagle tidak berfungsi.
“Gk mungkin seorang pilot gagal untuk kapan waktu nya untuk melompat di kursi pelontar. Jgn2 gk berfungsi,” tulis warganet tersebut.
Lantas, bagaimana penjelasan TNI AU ihwal kursi pelontar pesawat T-50i Golden Eagle yang mengalami insiden tersebut?
Ada kursi pelontar di pesawat T-50i Golden Eagle?
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma Indan Gilang Buldansyah menegaskan, terdapat kursi pelontar di pesawat T-50i Golden Eagle.
Accident pesawat T-50i
Lettu Pnb Allan Syafitra Gugur Dalam TugasAwak pesawat T-50i Golden Eagle TT-5009 yang jatuh di desa Nginggil, Kradenan Blora Jawa Tengah, Senin malam menyisakan duka mendalam bagi keluarga, TNI AU khususnya, dan TNI serta masyarakat Indonesia. pic.twitter.com/J3cdW8JMKX
— TNI Angkatan Udara (@_TNIAU) July 19, 2022
“T-50i dilengkapi dengan kursi pelontar,” ujar Indan, ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (20/7/2022) siang.
Saat ditanyakan terkait apakah pilot menggunakan kursi pelontar tersebut atau tidak, ia menjelaskan bahwa hal itu menjadi salah satu yang akan diselidiki.
Indan mengatakan, penyelidikan atas insiden jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle dilakukan oleh tim khusus dari TNI AU.
“Hal tersebut menjadi bagian dari materi penyelidikan. (Tim penyelidik) Dari TNI AU,” tandasnya.









