BREAKING NEWS CCTV Bukti Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J Ditemukan, Kapolres Jaksel Nonaktif

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai menunjukan taringnya dengan berani menemukan CCTV yang bisa mengungkap kasus polisi tembak polisi di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

CCTV ini disebut-sebut dapat mengungkapkan banyak fakta kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

Padahal sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan decoder CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo yang rusak sehingga tak ada gambar yang terambil saat peristiwa penembakan dua polisi tersebut.

# Baca Juga :Kematian Brigadir J Diduga karena Penganiayaan dan Pembunuhan, Keluarga Ungkapkan Fakta Baru

# Baca Juga :BREAKING NEWS : Kapolri Nonaktifkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Buntut Tewasnya Brigadir J

# Baca Juga :BABAK Baru Tewasnya Brigadir J, dari Isu Perselingkuhan hingga Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana

# Baca Juga :Warga Kaget, Temukan Pengendara Motor Sport Tewas di Jalan G Obos Palangkaraya

“(CCTV) yang ada di rumah itu, decoder-nya (yang rusak), saya belum menghitung (jumlah CCTV tak berfungsi),” kata Budhi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/7).

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, CCTV tersebut dinilai dapat menggambarkan konstruksi kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J secara menyeluruh.

Bukti-bukti CCTV tersebut saat ini sedang diperiksa oleh tim khusus di laboratorium digital foreksik.

“Tim ini bekerja maksimal, kami sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas tentang konstruksi kasus ini. CCTV ini sedang didalami tim khusus,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (20/7/2022).

Dalam kasus ini permintaan membuka CCTV datang dari keluarga Brigadir J. Keluarga meminta polisi membuka rekaman CCTV di kawasan kompleks di luar rumah Sambo dan CCTV yang ada di dalam rumah Sambo.

Dedi sendiri belum merinci CCTV di lokasi apa yang berhasil ditemukan polisi. Namun ia berjanji hasil analisis terhadap rekaman CCTV tersebut akan diungkap setelah proses penyidikan yang dilakukan tim khusus rampung.

“Nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan yang dilakukan tim khusus sudah selesai. Biar tidak sepotong-potong, kami akan menyampaikan secara komprehensif,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan ada sejumlah barang bukti CCTV yang ditemukan.

Menurutnya, saat ini CCTV tersebut tengah disinkronisasi agar dapat memberikan gambaran kasus itu secara utuh dan komprehensif.

“Penyidik memperoleh dari beberapa sumber, ada beberapa hal yang harus disinkronisasi-sinkronisasi, kaliberasi waktu,” tuturnya.