kalimantanlive.com – Dianggap mencari simpati publik dengan mengisahkan penderitaannya yang tak disukai keluarga kerajaan Inggris, bukannya mendapat simpati, Meghan Markle justru dikecam.
Tuduhan ini dikeluarkan oleh sejarawan Portugis Lourenço Pereira Coutinho.
Dia mengecam Markle yang yang dianggap memirip-miripkan penderitaannya agar sesuai dengan apa yang dialami mendiang mertuanya Putri Diana.
Coutinho mengecam Duchess karena “memainkan peran putri Diana abad ke-21 di depan kamera.”
Kecaman itu dilontarkan Coutinho setelah melihat wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry pada Maret tahun lalu.
BACA JUGA: GEGER, Warga Temukan Jasad di Pasir, Kepala Jadi Tengkorat, Diduga Kru LCT Anugerah Indasah
Menurut Express, Coutinho dikutip mengatakan, “Meghan Markle memberikan wawancara kepada Oprah Winfrey, ratu acara bincang-bincang Amerika Utara, untuk mengeluhkan tentang keluarga suaminya.”
“Wawancara itu memiliki semua bahan untuk menggerakkan opini publik: orang yang diwawancarai adalah wanita Afrika-Amerika biasa yang menampilkan dirinya sebagai korban dari keluarga yang tidak sensitif dan disfungsional, yang mempersonifikasikan sebuah institusi yang dianggap ketinggalan zaman.”
“Dengan simpati dan dukungan suaminya, aktris Meghan Markle memainkan peran putri Diana abad ke-21 di depan kamera.”
“Seperti ibu mertuanya, dia juga diganggu oleh (Istana) Windsor dan pers Inggris.”
“Tidak ada cara yang lebih baik untuk berempati dengan pemirsa selain menyarankan kesamaan penderitaan dengan ikon global Putri Diana,” pungkas Coutinho.
Editor: M Khiaitami
Sumber: Tabloid Bintang









