Cuaca Kalsel Kamis 21 Juli 2022, Hujan Disertai Petir, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem di 18 Provinsi

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Hari ini Kamis (21/7/2022) sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi dilanda hujan disertai petir dan angin.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG ancaman hujan petir dan angin kencang bakal terjadi di Kabupaten Tanahbumbu, Tanahlaut dan sekitarnya.

Pagi ini Kamis (21/7/2022) hujan ringan diperkirakan turun di Kota Batulicin, Kotabaru dan Pelaihari. Sedang wilayah lainnya di Kalsel diperkirakan cerah berawan.

# Baca Juga :CUACA Kalsel Siang dan Sore Rata-rata Cerah Berawan, BMKG: Hujan Lebat di 18 Daerah

# Baca Juga :Sejumlah Wilayah Kalsel Berpotensi Hujan & Petir, BMKG: 15 Provinsi Terjadi Hujan Lebat

# Baca Juga :Banjarmasin, Banjarbaru Hujan, BMKG Prediksi 18 Wilayah di Indonesia Hujan dan Angin

# Baca Juga :7 Wilayah Kalsel Berpotensi Diterpa Hujan, Petir & Angin, BMKG: Cuaca Ekstrem di 24 Provinsi

Cuaca siang dan sore akan hujan turun di Amuntai, Barabai, Batulicin, Kandangan, Kotabaru, Marabahan, Rantau dan Tanjung.

Sementara untuk malam hari cuaca Kalsel rata-rata cerah berawan.

Keadaan ini tak berlanjut hingga Jumat (22/7) dini hari karena hujan ringan kembali turun di Banjarmasin, Batulicin, Kotabaru, Marabahan, Martapura, Pelaihari dan Rantau.

Untuk suhu di Banua diperkirakan ada pada tingkatan 23-31 derajat celcius dengan kelembapan 60-95 persen.

BMKG: 18 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

BMKG meminta waspada bagi warga yang tinggal di 18 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Melansir laman resmi BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Perairan barat Bengkulu dan Samudra Pasifik utara Papua yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Lampung, dari Samudra Hindia barat Lampung hingga barat Bengkulu, dan di samudra Pasifik utara Papua.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang dari Riau hingga Selat malaka, dari Bangka Belitung hingga Kep. Riau, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah bagian selatan, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, di Maluku, dan dari Papua hingga Papua Barat serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Jawa.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.