Kejar Ketertinggalan Masa Pandemi, Dinas Pendidikan Kalsel Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar 100 Persen

Kadisdikbud Kalsel yang akrab disapa Madun menambahkan, pihaknya bersyukur tahun ini sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah yang saat ini masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk peserta didik baru pascadimulainya Tahun Ajaran 2022-2023.

BACA JUGA :
Muhammadun Dilantik Jadi Kadisdibud Kalsel, Istri Paman Birin Duduki Karo Perekonomian

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin mengatakan untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan selama pandemi Covid-19, diperlukan pembentukan karakter anak didik.

“Selama 2 tahun pandemi, banyak anak-anak yang hanya belajar sekolah daring, sehingga perlu fokus pembentukan karakter anak didik untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.

Menurut Lufti, pandemi Covid1-9 menyebabkan adanya penurunan pembelajaran peserta didik dibandingkan sekolah tatap muka di masa normal.

“Dari segi pendidikan karakter yang biasanya didapatkan di sekolah, dua tahun terakhir harus dilakukan orangtua di rumah yang tentu hasilnya tidak merata,” ujarnya..

Kata Lufti, sistem pembelajaran Daring juga menyebabkan penyampaian materi tidak maksimal karena adanya keterbatasan tatap muka antara peserta didik dan guru.

“Ada anak-anak kita yang saat ini kelas 2-3 SD tapi baru tahun ini merasakan sekolah setelah lulus TK karena belajar di rumah,” ucapnya.