BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia kembali dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah 32 tahun bebas dari wabah tersebut.
Pemerintah saat ini tengah mengembangkan vaksin untuk mengatasi wabah PMK. Juru bicara pemerintah untuk penanganan PMK memastikan vaksin tersebut merupakan produk asli buatan dalam negeri pada Rabu (20/7/2022).
# Baca Juga :Tindak Lanjut Penanganan PMK di Kalsel, HSU Nol Kasus dan HST Tak Ada Penambahan
# Baca Juga :Jelang Idul Adha 2022, Tim Gabungan di Tanahbumbu Periksa Kesehatan Hewan dari PMK
# Baca Juga :Siaga Karhutla dan PMK, Pejabat se-Kalsel Gelar Apel Siaga di Banjarbaru
# Baca Juga :Lockdown Ternak di Tanahlaut Diperpanjang, Sapi Terpapar PMK Semakin Banyak
Di Kalimantan Selatan, Gubernur H Sahbirin Noor alias Paman Birin minta Satgas Penanganan PMK segera mendistribusikan sebanyak 43 ribu dosis vaksin PMK yang baru diterima Selasa (20/7) ke seluruh kabupaten/kota se-Kalsel. Itu dalam upaya pembebasan Kalsel dari PMK.
Vaksin yang baru diterima Satgas Penanganan PMK ini diperuntukan vaksinasi ulang atau vaksinasi tahap II sebanyak 3.267 dosis dan sisanya 39.633 dosis merupakan target vaksinasi baru.
Guna memantapkan distribusi vaksin PMK tersebut, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel,menggelar rapat koordinasi secara daring dengan dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota se-Kalsel.
Rapat dipimpin Kepala Disbunnak drh Suparmi, yang juga diikuti perwakilan BPBD Prov., Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Perwakilan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak ( BPTU-HPT) Pelaihari.
Disepakati dalam rakor itu bahwa vaksin akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota mulai Rabu (20/7).
Untuk Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar akan didistribusikan secara bertahap sesuai daya tampung penyimpanan mereka untuk menjaga suhu dingin vaksin.
Sedangkan waktu vaksinasi ulang akan dilaksanakan mulai tanggal 25 s.d 30 Juli 2022.
Sementara vaksinasi baru sebanyak 39. 633 dosis akan didistribusikan ke Banjarmasin 100 dosis, Banjarbaru 700 dosis, Banjar 5.800 dosis. Lalu ke Kabupaten Tapin 3. 800 dosis, Hulu Sungai Selatan 1.700 dosis, Hulu Sungai Tengah 2.800 dosis. Kemudian ke Hulu Sungai Utara 800 dosis, Balangan 900 dosis, Tabalong 1.200 dosis, Tanah Laut 12.533 dosis,Tanah Bumbu 5.900 dosis; Kotabaru 2.400 dosis dan Barito Kuala 1.100.







