Taksi Kuning Banjarmasin Sepi Penumpang, Sopir Minta Pemerintah Perhatikan Sejarah

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Kemajuan teknologi komunikasi dan online belakang ini secara garis besar ternyata memberikan dampak tersendiri bagi para sopir Taksi Kuning (angkutan Kota) di Banjarmasin.

Perkembangan teknologi dan beberapa kemudahan dalam mendapatkan sesuatu turut membawa dampak bagi mereka, dalam sepinya penumpang angkutan.

Seperti yang diungkap oleh sopir taksi di kawasan Pasar Lima Banjarmasin, yang kerap disapa Abah Ica dan Mastur (70). Mereka mengaku dampak sepinya angkutan taksi kota itu didasari oleh beberapa hal.

“Beberapa hal mulai dari majunya teknologi online, munculnya bus gratis, dan mudahnya syarat dalam mengambil apapun,” ujar Abah Ica , Kamis (21/07/2022).

BACA JUGA:
86 Kendaraan Angkutan Barang Terjaring Razia Dishub Barito Kuala, Ini Kesalahannya

BACA JUGA:
Truk ODOL Melenggang Masuk Banjarmasin saat Dishub dan Satlantas Lakukan Sosialisasi

Menurut dia, tiga kendala itu yang turut memberikan dampak bagi mereka. Hal utama juga disebabkan oleh, pengaruh transportasi online ikut mempengaruhi dampak ke mereka.

Tak hanya online, mudahnya syarat dalam membeli sesuatu menjadi faktor yang ikut mendasari hal tersebut.

“Syarat kredit sekarang gampang. Oleh sebab itu yang membuat kami menjadi sepi. Kredit apapun sekarang mudah,” terangnya.

Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Fajar. (Kalimantanlive.com/ Ilham)

Selain itu, dampak dari munculnya bus hijau milik pemerintah dan masih memberlakukan tumpangan gratis turut menjadi faktor utama bagi mereka.

“Itu juga faktor utama. Kami tidak melarang itu beroperasi, namun tolong perhatikan juga kami, artinya carilah jalur lain. Jangan menutup hak kami, ” ujar mereka.

“Jangan menempatkan titik jemput di pusat keramaian. Berilah ruang bagi taksi kuning untuk mencari penumpang,” sambung Abah Ica.