Ditanya bagaimana cara mengatasi dampak sepinya penumpang angkutan bagi taksi Kota. Ia menjawab, pihaknya Dishub Kota Banjarmasin sebelumnya sudah menawarkan tawaran kepada para sopir terkait angkutan pelajar.
“Kami dulu sudah menawarkan angkutan pelajar, bagi para sopir taksi, dari mereka ada yang mau dan ada juga yang tidak. Karena mereka memilih pendapatan angkutan,” jelasnya.
Angkutan pelajar di Kota Banjarmasin sudah berjalan sejak tahun 2018, dan masih beroperasi hingga saat ini.
“Semua masih berjalan, karena hal ini berjalan dibawah binaan Dishub Kota Banjarmasin,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/Ilham







